Metode ELECTRE adalah salah satu metode pengambilan keputusan multi kriteria yang banyak digunakan dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk memilih alternatif terbaik berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Metode ini sangat populer dalam proses seleksi, penentuan prioritas, evaluasi vendor, pemilihan lokasi, hingga penilaian kinerja karena mampu membandingkan banyak alternatif secara sistematis.
Jika kamu sedang mempelajari metode ELECTRE dalam SPK, artikel ini akan membahas pengertian metode ELECTRE, cara kerja, tahapan perhitungan, kelebihan dan kekurangan, serta contoh kasus penerapannya. Dengan memahami metode ini, kamu dapat melakukan pengambilan keputusan yang lebih objektif dan terstruktur.
Apa itu Metode ELECTRE?
Metode ELECTRE (ELimination Et Choix Traduisant la REalité) adalah metode pengambilan keputusan multikriteria atau Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang dikembangkan oleh Bernard Roy pada tahun 1968. Menurut Bernard Roy, metode ELECTRE digunakan untuk melakukan proses outranking, yaitu membandingkan setiap alternatif berdasarkan sejumlah kriteria untuk menentukan alternatif yang lebih unggul dibandingkan alternatif lainnya.
Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode ELECTRE digunakan untuk menyelesaikan permasalahan yang melibatkan banyak alternatif dan banyak kriteria secara bersamaan. Metode ini bekerja dengan membentuk matriks concordance dan discordance untuk mengukur tingkat dominasi suatu alternatif terhadap alternatif lain sehingga menghasilkan keputusan yang lebih objektif dan terukur.
Konsep Concordance dan Discordance pada ELECTRE
Dalam metode ELECTRE, proses pemilihan alternatif dilakukan menggunakan dua konsep utama yaitu Concordance dan Discordance. Matriks Concordance digunakan untuk mengukur tingkat dukungan suatu alternatif terhadap alternatif lainnya berdasarkan kriteria yang memenuhi syarat. Sedangkan matriks Discordance digunakan untuk mengukur tingkat penolakan suatu alternatif terhadap alternatif lainnya berdasarkan kriteria yang tidak memenuhi syarat. Kedua matriks tersebut digunakan untuk membentuk matriks dominasi sehingga dapat ditentukan alternatif terbaik secara lebih objektif.
Bagaimana Cara Kerja Metode ELECTRE?
Metode ELECTRE menggunakan beberapa tahapan dalam pengambilan keputusan, di antaranya:
Tahap 1: Menentukan Kriteria
Tahap pertama dalam Metode ELECTRE adalah menentukan kriteria yang relevan untuk keputusan yang akan diambil. Kriteria ini dapat berupa faktor-faktor yang dianggap penting dalam konteks keputusan yang akan diambil.
Tahap 2: Mengumpulkan Data dan Informasi
Tahap kedua dalam Metode ELECTRE adalah mengumpulkan data dan informasi yang terkait dengan setiap kriteria. Data dan informasi ini dapat diperoleh melalui berbagai sumber, seperti survei, penelitian, atau pengalaman praktis.
Tahap 3: Menentukan Bobot Relatif dari Setiap Kriteria
Tahap ketiga dalam Metode ELECTRE adalah menentukan bobot relatif dari setiap kriteria. Bobot ini dapat dihitung berdasarkan tingkat kepentingan atau preferensi dari setiap kriteria dalam konteks keputusan yang akan diambil.
Tahap 4: Menghitung Skor Preferensi untuk Setiap Alternatif
Tahap terakhir dalam Metode ELECTRE adalah menghitung skor preferensi untuk setiap alternatif. Skor ini dihitung dengan mempertimbangkan bobot relatif dari setiap kriteria dan nilai kinerja setiap alternatif terhadap setiap kriteria. Setelah itu, alternatif dapat diurutkan berdasarkan skor preferensi tertinggi.
Baca Juga: Metode Moora: Cara Kerja dan Contoh Soal
Keuntungan dan Kerugian Penggunaan Metode ELECTRE
Terdapat beberapa keuntungan dan kerugian dalam penggunaan Metode ELECTRE, antara lain:
Keuntungan
- Metode ini dapat membantu dalam mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang relevan.
- Metode ini dapat diterapkan pada berbagai konteks keputusan, baik dalam bisnis, teknologi, atau lingkungan.
- Metode ini dapat memberikan hasil yang lebih objektif dalam pengambilan keputusan, karena penggunaan bobot relatif pada setiap kriteria dapat meminimalkan pengaruh subjektivitas dalam keputusan.
- Metode ini dapat membantu dalam mengurangi kompleksitas dalam pengambilan keputusan dengan menyederhanakan data dan informasi menjadi skor preferensi.
Kerugian
- Metode ini dapat menjadi kompleks dan membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pengambilan keputusan, terutama jika terdapat banyak alternatif dan kriteria yang harus dipertimbangkan.
- Metode ini dapat memerlukan pengetahuan yang cukup tentang teknik pengambilan keputusan, serta pemahaman yang baik terhadap kriteria yang relevan dalam konteks keputusan yang akan diambil.
- Metode ini dapat menghasilkan skor preferensi yang subjektif, tergantung pada bobot relatif yang ditentukan oleh pengambil keputusan.
Baca Juga: Metode Vikor: Pengertian, Cara Kerja dan Contoh Soal
Contoh Kasus Penggunaan Metode ELECTRE
Seorang pengusaha ingin membeli mobil untuk keperluan bisnisnya. Ia telah menyeleksi beberapa mobil berdasarkan beberapa kriteria seperti harga, kualitas mesin, konsumsi bahan bakar dan kapasitas mesin. Berikut ini adalah tabel yang berisi informasi mengenai mobil-mobil yang telah dipilih.
| Alternatif | Merk | Harga (juta) | Kualitas Mesin (skala 1-10) | Konsumsi Bahan Bakar (km/liter) | Kapasitas mesin |
|---|---|---|---|---|---|
| A | Mobil 1 | 200 | 8 | 10 | 1600 |
| B | Mobil 2 | 250 | 9 | 9 | 1800 |
| C | Mobil 3 | 300 | 10 | 8 | 2000 |
| D | Mobil 4 | 150 | 7 | 11 | 1300 |
| E | Mobil 5 | 180 | 6 | 12 | 1500 |
Setelah mendapatkan informasi mengenai mobil-mobil yang ada, pengusaha tersebut ingin menentukan alternatif mobil terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan bisnisnya. Berikut adalah tahapan-tahapan yang dilakukan menggunakan metode ELECTRE:
Tahap 1: Penentuan Kriteria
Kriteria yang dipilih adalah harga, kualitas mesin, konsumsi bahan bakar dan kapasitas mesin. Setiap kriteria diukur dalam satuan yang sama agar dapat dibandingkan.
Tahap 2: Penentuan Bobot
Bobot untuk masing-masing kriteria ditentukan sebagai berikut: harga (30%), kualitas mesin (25%), konsumsi bahan bakar (20%) dan kapasitas mesin (25%).
Tahap 3: Penentuan Preferensi
Untuk menentukan preferensi, dibuatlah tabel preferensi berdasarkan preferensi antar kriteria dan antar alternatif. Preferensi antar kriteria dinyatakan dalam bentuk skala 1-3, di mana:
- 1 menunjukkan bahwa satu kriteria lebih penting daripada yang lain
- 2 menunjukkan bahwa kedua kriteria sama penting
- 3 menunjukkan bahwa satu kriteria kurang penting daripada yang lain
Preferensi antar alternatif dinyatakan dalam bentuk skala 0-2, di mana
- 0 menunjukkan bahwa satu alternatif lebih buruk daripada alternatif yang lain
- 1 menunjukkan bahwa kedua alternatif sama
- 2 menunjukkan bahwa satu alternatif lebih baik daripada alternatif yang lain
Berikut adalah tabel preferensi yang dibuat:
| Kriteria | Preferensi |
|---|---|
| Harga (juta) | 2 |
| Kualitas Mesin (skala 1-10) | 2 |
| Konsumsi Bahan Bakar (km/liter) | 1 |
| Kapasitas Mesin (cc) | 3 |
Baca Juga: Metode ARAS: Cara Kerja dan Contoh Soal
Tahap 4: Penentuan Matriks Keputusan
Matriks keputusan dibuat dengan cara menentukan skor kriteria tiap alternatif berdasarkan preferensi yang telah ditentukan pada tahap sebelumnya. Skor kriteria ditentukan dengan rumus:
Berikut adalah matriks keputusan yang dibuat:
| Alternatif | Harga (juta) | Kualitas Mesin (skala 1-10) | Konsumsi Bahan Bakar (km/liter) | Kapasitas Mesin (cc) |
|---|---|---|---|---|
| A | 0,67 | 0,8 | 0,83 | 1,07 |
| B | 0,53 | 0,89 | 0,91 | 0,96 |
| C | 0,44 | 1 | 1,11 | 0,8 |
| D | 1,11 | 0,7 | 0,73 | 1,23 |
| E | 0,83 | 0,6 | 0,67 | 0,93 |
Tahap 5: Penentuan Matriks Pembobotan
Matriks pembobotan dibuat dengan cara mengalikan skor kriteria pada matriks keputusan dengan bobot yang telah ditentukan pada tahap kedua. Setelah itu, dilakukan penjumlahan untuk mendapatkan skor akhir tiap alternatif.
| Alternatif | Harga (juta) | Kualitas Mesin (skala 1-10) | Konsumsi Bahan Bakar (km/liter) | Kapasitas Mesin (cc) | Skor Akhir |
|---|---|---|---|---|---|
| A | 0,201 | 0,2 | 0,166 | 0,268 | 0,194 |
| B | 0,159 | 0,223 | 0,182 | 0,24 | 0,161 |
| C | 0,132 | 0,25 | 0,222 | 0,2 | 0,148 |
| D | 0,333 | 0,175 | 0,146 | 0,307 | 0,236 |
| E | 0,249 | 0,15 | 0,133 | 0,232 | 0,175 |
Tahap 6: Penentuan Alternatif Terbaik
Alternatif terbaik adalah alternatif dengan skor akhir tertinggi. Berdasarkan tabel di atas, alternatif terbaik adalah alternatif B dengan skor akhir 0,161.
Tahap 7: Analisis Sensitivitas
Dalam analisis sensitivitas, dilakukan pengujian terhadap hasil yang diperoleh pada tahap sebelumnya dengan mempertimbangkan perubahan bobot atau preferensi kriteria. Dari hasil pengujian ini, dapat diketahui apakah alternatif terbaik masih sama atau berubah.
Dalam contoh kasus ini, sensitivitas terhadap bobot kriteria dan preferensi antar kriteria serta antar alternatif perlu diuji untuk memastikan alternatif terbaik yang dihasilkan masih valid.
Dengan menggunakan metode ELECTRE, pengusaha tersebut dapat menentukan alternatif mobil terbaik yang dapat memenuhi kebutuhan bisnisnya. Metode ini dapat membantu pengusaha untuk mempertimbangkan berbagai faktor dan kriteria sehingga dapat memilih alternatif yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan bisnisnya.
Baca Juga: Belajar Kecerdasan Buatan (AI): 15 Contoh Kecerdasan Buatan Dalam Kehidupan Sehari-hari
Kesimpulan
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Metode ELECTRE adalah metode pengambilan keputusan multikriteria yang digunakan untuk menentukan alternatif terbaik melalui proses perbandingan antar alternatif berdasarkan sejumlah kriteria. Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode ini membantu menghasilkan keputusan yang lebih objektif dengan menggunakan konsep concordance dan discordance untuk mengukur tingkat dominasi setiap alternatif.
Dengan memahami cara kerja, tahapan perhitungan, serta kelebihan dan kekurangannya, metode ELECTRE dapat diterapkan pada berbagai kasus seperti seleksi karyawan, pemilihan vendor, penentuan lokasi bisnis, hingga evaluasi proyek. Oleh karena itu, metode ELECTRE menjadi salah satu teknik MCDM yang banyak digunakan dalam penelitian maupun implementasi dunia nyata.
Artikel ini merupakan bagian dari seri Kecerdasan Buatan KantinIT.com. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke media sosial atau ke teman kamu.