Metode MOORA adalah salah satu metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang banyak digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan beberapa kriteria sekaligus. Metode ini termasuk ke dalam kelompok Multi Criteria Decision Making (MCDM) karena mampu membantu proses pengambilan keputusan yang melibatkan banyak faktor penilaian secara objektif dan terukur.
Dalam praktiknya, metode MOORA sering diterapkan untuk pemilihan karyawan terbaik, penentuan penerima beasiswa, seleksi supplier, hingga pemilihan produk atau investasi. Pada artikel ini, kita akan membahas pengertian metode MOORA, cara kerja, rumus, tahapan perhitungan, serta contoh soal metode MOORA yang mudah dipahami.
Apa Itu Metode MOORA?
Metode MOORA (Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis) adalah metode pengambilan keputusan multikriteria atau Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Metode ini diperkenalkan oleh Willem Karel M. Brauers dan Edmundas Kazimieras Zavadskas sebagai pendekatan optimasi yang mampu menangani konflik antar kriteria secara efisien.
Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode MOORA digunakan untuk melakukan proses evaluasi, normalisasi, pembobotan, dan perangkingan alternatif sehingga diperoleh pilihan yang paling optimal. Karena proses perhitungannya relatif sederhana dan akurat, metode ini banyak digunakan dalam penelitian akademik, data mining, manajemen, industri, hingga pengembangan aplikasi SPK.
Konsep Dasar Metode MOORA
Prinsip Dasar
Metode MOORA didasarkan pada prinsip dasar bahwa dalam situasi multi-kriteria, kriteria yang digunakan untuk mengambil keputusan tidak selalu sama pentingnya. Dengan kata lain, beberapa kriteria mungkin lebih penting daripada yang lain, tergantung pada situasi atau konteks yang diberikan.
Tujuan Metode MOORA
Tujuan utama dari metode MOORA adalah untuk membantu pengambil keputusan dalam memilih alternatif yang paling efektif dan efisien dengan mempertimbangkan beberapa kriteria atau tujuan secara bersamaan.
Rumus Metode MOORA
Metode MOORA (Multi-Objective Optimization on the Basis of Ratio Analysis) digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Proses perhitungannya terdiri dari beberapa tahapan mulai dari penyusunan matriks keputusan hingga perangkingan alternatif.
1. Menyusun Matriks Keputusan
Langkah pertama adalah menyusun data alternatif dan kriteria ke dalam sebuah matriks keputusan.
Contoh:
| Alternatif | C1 Harga | C2 Kualitas | C3 Garansi |
|---|---|---|---|
| A1 | 8 | 9 | 7 |
| A2 | 7 | 8 | 9 |
| A3 | 9 | 7 | 8 |
Keterangan:
- C1 = Harga (Cost)
- C2 = Kualitas (Benefit)
- C3 = Garansi (Benefit)
2. Normalisasi Matriks
Normalisasi dilakukan untuk menyamakan skala seluruh kriteria.
Rumus normalisasi MOORA:
Keterangan:
- = nilai alternatif
- ∗ = nilai hasil normalisasi
- m = jumlah alternatif
3. Mengalikan dengan Bobot
Setelah normalisasi selesai, setiap nilai dikalikan dengan bobot kriterianya.
Misalnya:
| Kriteria | Bobot |
|---|---|
| Harga | 0,30 |
| Kualitas | 0,40 |
| Garansi | 0,30 |
Rumus:
Keterangan:
- = bobot kriteria
- = nilai berbobot
4. Menghitung Nilai Optimasi
Pada tahap ini nilai kriteria benefit dijumlahkan lalu dikurangi nilai kriteria cost.
Rumus:
Keterangan:
- = nilai optimasi alternatif
- Benefit = ditambah
- Cost = dikurangi
Alternatif dengan nilai Yi terbesar menjadi pilihan terbaik.
Baca Juga: Belajar Kecerdasan Buatan (AI): Pengertian dan Cara Kerja Kecerdasan Buatan
Contoh Penerapan Metode MOORA
Sebagai contoh, sebuah perusahaan ingin memilih laptop terbaik untuk kebutuhan karyawan. Terdapat tiga alternatif laptop yang akan dievaluasi berdasarkan tiga kriteria yaitu harga, performa, dan kapasitas RAM.
Data Alternatif
| Laptop | Harga (Cost) | Performa (Benefit) | RAM (Benefit) |
|---|---|---|---|
| A1 | 8 | 9 | 8 |
| A2 | 7 | 8 | 9 |
| A3 | 9 | 7 | 7 |
Bobot:
| Kriteria | Bobot |
|---|---|
| Harga | 0,30 |
| Performa | 0,40 |
| RAM | 0,30 |
Langkah 1: Normalisasi
Kriteria Harga
Hasil:
| Laptop | Nilai |
|---|---|
| A1 | 0.574 |
| A2 | 0.503 |
| A3 | 0.646 |
Kriteria Performa
Hasil:
| Laptop | Nilai |
|---|---|
| A1 | 0.646 |
| A2 | 0.574 |
| A3 | 0.503 |
Kriteria RAM
Hasil:
| Laptop | Nilai |
|---|---|
| A1 | 0.574 |
| A2 | 0.646 |
| A3 | 0.503 |
Langkah 2: Kalikan Bobot
| Laptop | Harga | Performa | RAM |
|---|---|---|---|
| A1 | 0.172 | 0.258 | 0.172 |
| A2 | 0.151 | 0.230 | 0.194 |
| A3 | 0.194 | 0.201 | 0.151 |
Langkah 3: Hitung Nilai Optimasi
Karena Harga merupakan Cost maka dikurangi.
Laptop A1
Laptop A2
Laptop A3
Hasil Perangkingan
| Ranking | Laptop | Nilai Yi |
|---|---|---|
| 1 | A2 | 0.273 |
| 2 | A1 | 0.258 |
| 3 | A3 | 0.158 |
Berdasarkan hasil perhitungan metode MOORA, Laptop A2 memperoleh nilai optimasi tertinggi yaitu 0,273, sehingga menjadi alternatif terbaik yang direkomendasikan.
Baca Juga: Belajar Data Mining: Pengertian, Metode Dan Cara Kerja
Kelebihan dan Kekurangan MOORA
Kelebihan Metode MOORA
Beberapa kelebihan dari metode ini adalah:
- Memungkinkan pengambil keputusan untuk mempertimbangkan beberapa kriteria dalam proses pengambilan keputusan.
- Mampu mengatasi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan.
- Metode yang mudah dipahami dan mudah digunakan.
- Menghasilkan alternatif terbaik yang memiliki nilai kelayakan relatif tertinggi.
Kekurangan Metode MOORA
Beberapa kekurangan dari metode ini adalah:
- Memerlukan data yang lengkap dan akurat untuk dapat memberikan hasil yang baik.
- Memerlukan waktu dan biaya yang cukup besar dalam proses pengambilan keputusan.
- Tidak dapat memperhitungkan interaksi antara kriteria yang digunakan.
Baca Juga: Sistem Pakar Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Contoh
Kesimpulan
Pada pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Metode MOORA adalah metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan banyak kriteria melalui proses normalisasi, pembobotan, dan perangkingan. Metode ini termasuk dalam kelompok Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang banyak digunakan pada penelitian akademik maupun aplikasi pengambilan keputusan di berbagai bidang.
Dengan proses perhitungan yang relatif sederhana dan hasil yang objektif, metode MOORA dapat diterapkan untuk pemilihan karyawan, penerima beasiswa, supplier, investasi, hingga berbagai kasus pengambilan keputusan lainnya. Oleh karena itu, metode MOORA menjadi salah satu metode SPK yang populer dan sering digunakan dalam penelitian maupun implementasi sistem pendukung keputusan.
Artikel ini merupakan bagian dari seri Kecerdasan Buatan KantinIT.com. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke media sosial atau ke teman kamu.