Metode ARAS: Cara Kerja dan Contoh Soal

metode aras

Metode ARAS (Additive Ratio Assessment) adalah salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang banyak digunakan dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK) untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Metode ini mampu memberikan hasil perangkingan yang objektif melalui proses normalisasi dan pembobotan nilai setiap alternatif.

Jika kamu sedang mempelajari metode ARAS dalam SPK, artikel ini akan membahas pengertian metode ARAS, cara kerja, langkah-langkah perhitungan, kelebihan dan kekurangan, serta contoh kasus penerapannya. Dengan memahami metode ini, kamu dapat menyelesaikan berbagai permasalahan pengambilan keputusan secara lebih sistematis dan terukur.

Apa itu Metode Additive Ratio ASsessment (ARAS)?

Metode ARAS (Additive Ratio Assessment) adalah metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang dikembangkan oleh Zavadskas dan Turskis untuk membantu proses pengambilan keputusan dengan membandingkan sejumlah alternatif berdasarkan berbagai kriteria yang telah diberi bobot. Metode ini menggunakan proses normalisasi dan perhitungan nilai utilitas untuk menentukan alternatif terbaik.

Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode ARAS banyak digunakan pada kasus pemilihan karyawan terbaik, seleksi penerima beasiswa, pemilihan supplier, penentuan lokasi usaha, dan berbagai masalah pengambilan keputusan yang melibatkan banyak kriteria.

Baca Juga: Belajar Sistem Pendukung Keputusan (SPK): Pengertian, Komponen dan Cara Kerja Sistem Pendukung Keputusan 

Prinsip Dasar Metode Aras

Metode ARAS menggunakan prinsip dasar untuk menggabungkan aspek kualitatif dan kuantitatif dari keputusan yang akan diambil. Prinsip ini melibatkan dua tahap, yaitu tahap pengambilan keputusan dan tahap perankingan.

  1. Tahap pengambilan keputusan melibatkan identifikasi alternatif dan faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan. Faktor-faktor ini dapat berupa kriteria kualitatif seperti reputasi dan pengalaman atau kriteria kuantitatif seperti biaya dan waktu.
  2. Tahap perankingan melibatkan penghitungan nilai preferensi relatif dari setiap alternatif berdasarkan faktor-faktor yang dipilih pada tahap sebelumnya. Nilai preferensi relatif ini kemudian digunakan untuk menghasilkan peringkat prioritas dari alternatif yang tersedia.

Baca Juga: Metode Moora: Cara Kerja dan Contoh Soal 

Cara Kerja Metode ARAS

Metode ARAS (Additive Ratio Assessment) bekerja dengan membandingkan setiap alternatif terhadap alternatif optimal berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode ini digunakan untuk menentukan alternatif terbaik melalui proses normalisasi, pembobotan, dan perhitungan nilai utilitas.

Berikut tahapan metode ARAS yang umum digunakan:

1. Menentukan Alternatif dan Kriteria

Langkah pertama adalah menentukan alternatif yang akan dibandingkan serta kriteria yang digunakan sebagai dasar penilaian. Kriteria dapat berupa atribut keuntungan (benefit) maupun atribut biaya (cost).

Sebagai contoh, dalam pemilihan laptop terbaik, kriteria yang digunakan dapat berupa harga, kapasitas RAM, kapasitas penyimpanan, dan performa prosesor.

2. Membentuk Matriks Keputusan

Setelah menentukan alternatif dan kriteria, langkah berikutnya adalah membuat matriks keputusan yang berisi nilai setiap alternatif pada masing-masing kriteria.

Matriks keputusan menjadi dasar untuk melakukan proses perhitungan pada tahap berikutnya.

3. Menentukan Alternatif Optimal

Metode ARAS menggunakan alternatif optimal sebagai pembanding. Nilai optimal diperoleh dari nilai terbaik pada setiap kriteria.

Untuk kriteria benefit digunakan nilai terbesar, sedangkan untuk kriteria cost digunakan nilai terkecil.

Baca Juga: Belajar Analytical Hierarchy Process (AHP): Pengertian, Kelebihan, Kekurangan dan Cara Kerja AHP 

4. Melakukan Normalisasi Matriks

Normalisasi dilakukan agar seluruh nilai kriteria berada pada skala yang sama sehingga dapat dibandingkan secara adil.

Untuk kriteria benefit digunakan rumus:

Xij = Xij / ΣXij

Sedangkan untuk kriteria cost dilakukan transformasi terlebih dahulu sebelum dinormalisasi.

5. Mengalikan dengan Bobot Kriteria

Nilai hasil normalisasi kemudian dikalikan dengan bobot masing-masing kriteria.

Tahapan ini bertujuan untuk menunjukkan tingkat kepentingan setiap kriteria dalam proses pengambilan keputusan.

6. Menghitung Nilai Fungsi Optimalitas (Si)

Nilai fungsi optimalitas diperoleh dengan menjumlahkan seluruh nilai hasil pembobotan pada setiap alternatif.

Semakin besar nilai Si, maka semakin baik alternatif tersebut.

7. Menghitung Utility Degree (Ki)

Nilai utilitas atau Utility Degree dihitung dengan membandingkan nilai Si setiap alternatif terhadap nilai Si alternatif optimal.

Rumus yang digunakan adalah:

Ki = Si / S0

Keterangan:

  • Ki = nilai utilitas alternatif
  • Si = nilai optimalitas alternatif
  • S0 = nilai optimalitas alternatif optimal

Semakin besar nilai Ki, maka semakin baik alternatif tersebut.

8. Menentukan Ranking Alternatif

Tahap terakhir adalah mengurutkan alternatif berdasarkan nilai Ki dari terbesar hingga terkecil.

Alternatif dengan nilai utilitas tertinggi merupakan alternatif terbaik yang direkomendasikan.

Baca Juga: Metode Vikor: Pengertian, Cara Kerja dan Contoh Soal 

Keuntungan Menggunakan Metode Aras

Penggunaan metode aras dapat memberikan berbagai keuntungan bagi proyek Anda, antara lain:

  • Mengidentifikasi risiko secara lebih efektif
  • Mengevaluasi risiko dengan lebih tepat
  • Mengelola risiko secara adaptif
  • Meningkatkan peluang sukses proyek
  • Mengurangi dampak risiko pada proyek
  • Memastikan keberlangsungan proyek yang lebih stabil dan lancar

Contoh Perhitungan Metode ARAS

Agar lebih mudah memahami cara kerja metode ARAS, berikut contoh sederhana pemilihan laptop terbaik.

Studi Kasus

Seorang mahasiswa ingin memilih laptop terbaik untuk kebutuhan kuliah dan pemrograman.

Terdapat tiga alternatif laptop yang akan dibandingkan:

  • Laptop A
  • Laptop B
  • Laptop C

Kriteria yang digunakan:

KriteriaTipeBobot
HargaCost30%
RAMBenefit25%
StorageBenefit20%
Performa ProsesorBenefit25%

Matriks Keputusan

AlternatifHarga (Juta)RAM (GB)Storage (GB)Prosesor
A885127
B10165129
C91610248

Menentukan Alternatif Optimal

Karena harga merupakan kriteria cost, maka nilai terbaik adalah nilai terkecil.

Sedangkan RAM, Storage, dan Prosesor merupakan kriteria benefit sehingga dipilih nilai terbesar.

Alternatif OptimalHargaRAMStorageProsesor
A081610249

Normalisasi Matriks

Setelah dilakukan normalisasi, diperoleh hasil sebagai berikut:

AlternatifHargaRAMStorageProsesor
A00,3330,2860,4000,273
A0,3330,1430,2000,212
B0,2670,2860,2000,273
C0,2960,2860,4000,242

Matriks Pembobotan

Nilai normalisasi dikalikan dengan bobot masing-masing kriteria.

AlternatifHargaRAMStorageProsesor
A00,1000,0720,0800,068
A0,1000,0360,0400,053
B0,0800,0720,0400,068
C0,0890,0720,0800,061

Menghitung Nilai Optimalitas (Si)

Jumlahkan seluruh nilai pembobotan pada setiap alternatif.

AlternatifSi
A00,320
A0,229
B0,260
C0,302

Menghitung Utility Degree (Ki)

Menggunakan rumus:

Ki = Si / S0

Hasil perhitungan:

AlternatifKi
A0,715
B0,813
C0,944

Ranking Alternatif

RankingAlternatifNilai Ki
1Laptop C0,944
2Laptop B0,813
3Laptop A0,715

Berdasarkan hasil perhitungan metode ARAS, Laptop C memperoleh nilai utilitas tertinggi yaitu 0,944 sehingga menjadi alternatif terbaik untuk dipilih.

Baca Juga: Metode Electre: Pengertian, Cara Kerja Dan Contoh Soal

Kesimpulan

Pada pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Metode ARAS (Additive Ratio Assessment) merupakan salah satu metode pengambilan keputusan multikriteria yang digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan sejumlah kriteria yang telah diberi bobot. Metode ini bekerja melalui proses normalisasi, pembobotan, perhitungan nilai optimalitas, dan utility degree sehingga mampu menghasilkan perangkingan alternatif secara objektif.

Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode ARAS banyak digunakan untuk kasus pemilihan supplier, seleksi karyawan, penerima beasiswa, hingga penentuan lokasi usaha. Karena proses perhitungannya relatif sederhana dan mudah diimplementasikan, metode ARAS menjadi salah satu metode MCDM yang populer dalam penelitian maupun aplikasi dunia nyata.

Artikel ini merupakan bagian dari seri Kecerdasan Buatan KantinIT.com. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke media sosial atau ke teman kamu.

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨