Metode VIKOR adalah salah satu metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan banyak kriteria yang saling bertentangan. Metode ini termasuk ke dalam kelompok Multi Criteria Decision Making (MCDM) dan sering digunakan untuk membantu proses pengambilan keputusan secara objektif melalui pendekatan solusi kompromi (compromise solution).
Dalam berbagai bidang seperti pemilihan supplier, seleksi karyawan, penerima beasiswa, hingga penentuan investasi, metode VIKOR mampu memberikan rekomendasi alternatif terbaik berdasarkan perhitungan matematis. Pada artikel ini kita akan membahas pengertian metode VIKOR, cara kerja, rumus, langkah perhitungan, serta contoh soal metode VIKOR yang mudah dipahami.
Apa itu Metode Vikor?
Metode VIKOR (VlseKriterijumska Optimizacija I Kompromisno Resenje) adalah metode pengambilan keputusan multikriteria atau Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang diperkenalkan oleh Serafim Opricovic untuk menyelesaikan permasalahan yang melibatkan banyak kriteria yang saling bertentangan. Tujuan utama metode ini adalah menemukan solusi kompromi terbaik yang memberikan keseimbangan antara kepuasan kelompok dan penyesalan individu terhadap setiap alternatif yang dievaluasi.
Dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), metode VIKOR banyak digunakan untuk pemilihan supplier, karyawan terbaik, penerima beasiswa, lokasi usaha, hingga evaluasi investasi karena mampu menghasilkan peringkat alternatif secara objektif berdasarkan sejumlah kriteria dan bobot yang telah ditentukan.
Langkah-Langkah Metode Vikor
Berikut adalah langkah-langkah yang harus diambil dalam menggunakan metode Vikor untuk pengambilan keputusan:
Langkah 1: Identifikasi Kriteria
Langkah pertama dalam metode Vikor adalah mengidentifikasi kriteria-kriteria yang akan digunakan dalam pengambilan keputusan. Misalnya, jika kamu ingin memilih lokasi baru untuk bisnis kamu, kamu mungkin ingin mempertimbangkan kriteria seperti biaya sewa, keamanan, aksesibilitas dan sebagainya. kamu harus membuat daftar kriteria-kriteria yang relevan dengan masalah kamu.
Langkah 2: Beri Bobot pada Setiap Kriteria
Setelah kamu mengidentifikasi kriteria-kriteria yang relevan, langkah berikutnya adalah memberikan bobot pada setiap kriteria. Bobot menunjukkan seberapa pentingnya suatu kriteria dalam pengambilan keputusan. Bobot bisa diberikan dalam bentuk angka, seperti 1 hingga 5 atau 1 hingga 10. Semakin tinggi angka bobot, semakin penting kriteria tersebut dalam pengambilan keputusan.
Langkah 3: Evaluasi Alternatif
Setelah kamu memberikan bobot pada setiap kriteria, langkah selanjutnya adalah mengevaluasi setiap alternatif yang tersedia. Alternatif bisa berupa lokasi bisnis, vendor, produk dan sebagainya. Kamu harus mengevaluasi setiap alternatif berdasarkan setiap kriteria dan memberikan nilai pada setiap alternatif.
Langkah 4: Hitung Skor Vikor
Setelah mengevaluasi setiap alternatif, langkah selanjutnya adalah menghitung skor Vikor untuk setiap alternatif. Skor Vikor menggambarkan seberapa baik suatu alternatif
dalam memenuhi semua kriteria yang telah ditetapkan. Untuk menghitung skor Vikor, kamu harus mempertimbangkan dua nilai: nilai agregat dan nilai utama. Nilai agregat merupakan hasil penjumlahan setiap nilai alternatif yang telah dievaluasi, sedangkan nilai utama merupakan jarak antara alternatif dengan solusi ideal positif dan negatif.
Langkah 5: Tentukan Ranking
Setelah menghitung skor Vikor, langkah selanjutnya adalah menentukan ranking atau peringkat setiap alternatif. Alternatif dengan skor Vikor tertinggi akan mendapatkan peringkat teratas, sedangkan alternatif dengan skor Vikor terendah akan mendapatkan peringkat terendah.
Langkah 6: Analisis Sensitivitas
Langkah terakhir dalam metode Vikor adalah melakukan analisis sensitivitas. Analisis sensitivitas dilakukan untuk mengetahui seberapa sensitifnya hasil pengambilan keputusan terhadap perubahan bobot kriteria atau nilai alternatif. Jika hasil pengambilan keputusan sangat sensitif terhadap perubahan bobot kriteria atau nilai alternatif, maka kamu harus mempertimbangkan kembali pengambilan keputusan tersebut.
Baca Juga: Memahami F1 Score untuk Evaluasi Model Klasifikasi Data
Kelebihan Metode Vikor
Metode Vikor memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
- Dapat menangani pengambilan keputusan dengan banyak kriteria
- Memberikan hasil yang mudah dimengerti dan diinterpretasikan
- Menggunakan bobot untuk menentukan tingkat kepentingan relatif dari setiap kriteria
- Memberikan alternatif terbaik yang dapat dipilih
Contoh Soal Metode Vikor
Contoh Soal
Seorang pemilik bisnis ingin memilih pemasok terbaik untuk bahan baku yang digunakan dalam produksi barangnya. Dia memiliki empat alternatif pemasok, yaitu A, B, C dan D. Kriteria yang akan dievaluasi adalah harga, kualitas, waktu pengiriman dan layanan purna jual. Berikut adalah tabel penilaian masing-masing alternatif pada setiap kriteria:
| Kriteria | Pemasok A | Pemasok B | Pemasok C | Pemasok D |
|---|---|---|---|---|
| Harga | 90 | 80 | 85 | 95 |
| Kualitas | 80 | 90 | 85 | 85 |
| Waktu Pengiriman | 85 | 80 | 90 | 95 |
| Layanan Purna Jual | 90 | 85 | 80 | 95 |
Solusi
Langkah 1: Identifikasi Kriteria Pertama-tama, identifikasi kriteria yang akan dievaluasi dalam pemilihan pemasok. Dalam contoh ini, kriteria yang akan dievaluasi adalah harga, kualitas, waktu pengiriman dan layanan purna jual.
Langkah 2: Berikan Bobot pada Setiap Kriteria Berikan bobot pada setiap kriteria sesuai dengan tingkat kepentingannya dalam pemilihan pemasok. Dalam contoh ini, kita anggap bahwa harga memiliki bobot 0,4, kualitas memiliki bobot 0,3, waktu pengiriman memiliki bobot 0,2 dan layanan purna jual memiliki bobot 0,1.
Baca Juga: Precision dan Recall Adalah: Rumus, Contoh, dan Perbedaannya
Langkah 3: Evaluasi Alternatif Selanjutnya, evaluasi masing-masing alternatif pada setiap kriteria dan memberikan nilai pada setiap alternatif. Dalam contoh ini, kita menggunakan skala 0-100, dengan 100 menjadi nilai tertinggi.
| Kriteria | Pemasok A | Pemasok B | Pemasok C | Pemasok D |
|---|---|---|---|---|
| Harga | 90 | 80 | 85 | 85 |
| Kualitas | 80 | 90 | 85 | 85 |
| Waktu Pengiriman | 85 | 80 | 90 | 95 |
| Layanan Purnama Jual | 90 | 85 | 80 | 95 |
| Skor Agregat | 0,4×90 + 0,3×90 + 0,2×85 + 0,1×90 = 88,5 | 0,4×80 + 0,3×90 + 0,2×80 + 0,1×85 = 83,5 | 0,4×85 + 0,3×85 + 0,2×90 + 0,1×80 = 85,5 | 0,4×95 + 0,3×85 + 0,2×95 + 0,1×95 = 91,5 |
| Solusi Ideal Positif | 95 | 90 | 90 | 95 |
| Solusi Ideal Negatif | 80 | 80 | 80 | 80 |
Langkah 4: Hitung Solusi Ideal Positif dan Solusi Ideal Negatif Dalam metode Vikor, kita perlu menghitung solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Solusi ideal positif adalah alternatif yang memiliki nilai tertinggi pada setiap kriteria, sedangkan solusi ideal negatif adalah alternatif yang memiliki nilai terendah pada setiap kriteria.
| Kriteria | Pemasok A | Pemasok B | Pemasok C | Pemasok D | Max | Min |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Harga | 90 | 80 | 85 | 95 | 95 | 80 |
| Kualitas | 80 | 90 | 85 | 85 | 90 | 80 |
| Waktu Pengiriman | 85 | 80 | 90 | 95 | 95 | 80 |
| Layanan Purna Jual | 90 | 85 | 80 | 95 | 95 | 80 |
| Solusi Ideal Positif | 95 | 90 | 90 | 95 | – | – |
| Solusi Ideal Negatif | 80 | 80 | 80 | 80 | – | – |
Langkah 5: Hitung Jarak Relatif dari Solusi Ideal Positif dan Solusi Ideal Negatif Selanjutnya, hitung jarak relatif dari setiap alternatif terhadap solusi ideal positif dan solusi ideal negatif. Jarak relatif dapat dihitung menggunakan rumus berikut:
| Kriteria | Pemasok A | Pemasok B | Pemasok C | Pemasok D |
|---|---|---|---|---|
| D+(i) | 5,00 | 3,16 | 4,12 | 0,00 |
| D-(i) | 4,12 | 5,00 | 4,24 | 1,00 |
| V(i) | 0,56 | 0,32 | 0,46 | 0,10 |
Langkah 6: Urutkan Alternatif Berdasarkan Nilai V(i) Terakhir, urutkan alternatif berdasarkan nilai V(i) dari yang tertinggi ke yang terendah. Pemilik bisnis dapat memilih pemasok terbaik berdasarkan urutan ini.
Dalam contoh ini, alternatif D memiliki nilai V(i) tertinggi, yaitu 0,10. Oleh karena itu, pemasok D dipilih sebagai pemasok terbaik untuk bahan baku yang digunakan dalam produksi barangnya.
Baca Juga: Metode Moora: Cara Kerja dan Contoh Soal
Kesimpulan
Pada pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Metode VIKOR adalah metode Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang digunakan untuk menentukan alternatif terbaik berdasarkan banyak kriteria melalui pendekatan solusi kompromi. Metode ini termasuk dalam kelompok Multi Criteria Decision Making (MCDM) yang mampu membantu pengambil keputusan ketika terdapat beberapa kriteria yang saling bertentangan.
Dengan menggunakan perhitungan Utility Measure (S), Regret Measure (R), dan Indeks VIKOR (Q), metode VIKOR dapat menghasilkan peringkat alternatif secara objektif. Oleh karena itu, metode ini banyak diterapkan pada penelitian akademik maupun sistem pendukung keputusan seperti pemilihan supplier, karyawan, penerima beasiswa, dan evaluasi investasi.
Artikel ini merupakan bagian dari seri Kecerdasan Buatan KantinIT.com. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke media sosial atau ke teman kamu.