ip address adalah

IP Address: Pengertian, Cara Kerja, Jenis dan Fungsinya

IP Address merupakan salah satu bagian yang penting di jaringan komputer yang mana IP merupakan alamat unit untuk mengidentifikasikan komputer atau perangkat.

Nah, pada kesempatan ini kita akan belajar lebih mendalam mengenai IP Address supaya kamu dapat lebih mengerti mengenai teknologi jaringan.

Pengertian IP Address

IP Address merupakan sebuah alamat unik yang digunakan dalam berbagai teknologi jaringan untuk mengidentifikasi perangkat, routing data, komunikasi antar perangkat, menentukan akses dan lokasi perangkat dan mengkonversi alamat IP.

IP address public vs local
Sumber: avg.com

Banyaknya perangkat yang terhubung ke internet mengakibatkan jumlah IP yang tersedia semakin terbatas, maka dari itu dibutuhkan solusi yang dapat mengatasi masalah ini. Salah satunya menggunakan teknologi IP Address Translation(IPAT) atau IP address sharing. IPAT akan mengkonversi alamat IP privat ke alamat IP publik sebelum data dikirim ke internet dan mengkonversi alamat IP publik ke alamat IP privat saat data diterima dari internet.

Selain itu, IP Address juga dapat digunakan dalam teknologi Cloud Computingdimana perangkat yang terhubung ke internet perlu memiliki IP tetap, karena dapat menggunakan alamat IP yang disediakan oleh provider Cloud.

Jenis-Jenis IP Address

Berikut ini merupakan jenis-jenis IP Address.

1. Private IP

Private IP hanya bisa diakses dari jaringan lokal saja dan tidak bisa diakses melalui jaringan internet secara lansung tanpa bantuan router (NAT). IP private digunakan untuk jaringan local agar sesama komputer dapat saling berkomunikasi, misalnya digunakan di jaringan kantor, sekolah, toko, dll.

Alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik dan tidak pula sebaliknya. Sebuah jaringan yang menggunakan alamat IP privat disebut juga dengan jaringan private atau private network.

2. Public IP

Public IP atau sering juga di sebut dengan alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh interNIC dan berisikan beberapa buah network indetifier yang telah dijamin unik.

Baca juga :   Perbedaan Antara Cisco dan MikroTik yang Kamu Harus Ketahui!

Jika intranet tersebut terhubung ke internet. Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mecapai lokasinya.

3. IPv4

ip address - ipv4

IPv4 (Internet Protocol version 4) merupakan versi pertama dari protokol IP yang digunakan secara luas. IPv4 menggunakan 32-bit (4 byte) untuk menyimpan alamat IP, yang memungkinkan untuk sekitar 4,3 miliar alamat yang unik.

Karena IPv4 adalah jenis IP yang paling banyak digunakan, maka IP ini dapat dengan mudah menangani perutean IPv4 di hampir semua sistem saat ini. Selain itu, karena awalan yang sederhana, alamat IPv4 mendukung sebagian besar topologi jaringan. Data dalam paket alamat IPv4 juga dienkripsi dengan baik untuk memastikan komunikasi yang aman antar jaringan.

4. IPv6

IPv6 (Internet Protocol version 6) merupakan versi kedua dari protokol IP yang dirancang untuk mengatasi masalah keterbatasan alamat IP dari IPv4. IPv6 menggunakan 128-bit (16 byte)untuk menyimpan alamat IP, yang memungkinkan untuk sekitar 340 endecillion alamat yang unit.

IPv6 membuat routing lebih efisien karena ISP dapat meminimalkan ukuran tabel perutean. IPv6 juga menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi kamu tidak perlu khawatir tentang otentikasi, kerahasian dan integritas data.

5. IP Static

IP static merupakan IP yang dipasang secara manual atau IP yang dialokasikan khusus oleh router untuk suatu perangakat komputer (router, tablet, smartphone, dll), sehingga ketika perangkat direstart IP tidak berubah.

6. IP Dinamis

IP dinamis adalah alamat IP yang ditentukan secara otomatis oleh DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) dan dapat berubah-ubah. Kalau perangkat komputer direstart IP yang didapat oleh komputer akan bisa berbeda dengan sebelumnya, sederhananya itu IP dinamis adalah kebalikan dari IP static.

7. Shared IP Address

Shared IP Address atau alamat IP bersama adalah IP yang digunakan bersama oleh beberapa nama domain. Alamat IP ini ditunjukan untuk pengguna yang berbagi sumber daya jaringan dan perangkat keras server dengan orang lain.

Baca juga :   Bandwidth Adalah: Fungsi, Jenis dan Cara Meningkatkannya

8. Dedicated IP Address

Dedicated IP Address atau alamat IP khusus adalah domain kamu dikaitkan dengan alamat IP yang tidak dibagikan dengan pemilik sistus web lain. IP khusus ini memiliki keuntungan kamu dapat menggunakan alamat IP untuk mendapatkan sertifikat SSL dengan lebih mudah. Selain itu, situs web dapat diakses berdasarkan IP, bukan hanya nama domain. Kemudian dapat menjalankan server FTP (File Transfer Protocol).

Kelas IP Address

Kelas IP Address merupakan cara untuk membagi alamat IP yang tersedia dalam jaringan menjadi beberapa kelas atau kelompok yang memiliki jumlah bit yang berbeda dalam alamat IP tersebut.

1. Kelas A

Kelas A digunakan untuk jaringan yang besar dengan jumlah host yang sangat banyak. Kelas ini memiliki 7 bit untuk identifikasi jaringan dan 24 bit untuk identifikasi host dengan rentang alamat IP dari 0.0.0.0 hingga 127.255.255.255.

2. Kelas B

Kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host yang cukup banyak. Kelas ini memiliki 14 bit untuk identifikasi jaringan dan 16 bit untuk identifikasi host dengan rentang alamat IP dari 128.0.0.0 hingga 191.255.255.255.

3. Kelas C

Kelas C digunakan untuk jaringan jumlah host yang sedang. Kelas ini memiliki 21 bit untuk indentifikasi jaringan dan 8 bit untuk identifikasi host dengan rentang alamat IP dari 192.0.0.0 hingga 233.255.255.255.

4. Kelas D

Kelas D digunakan untuk multicast yaitu mengirim data ke beberapa host yang terpilih dalam satu jaringan. Kelas ini meiliki rentang alamat IP dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255.

5. Kelas E

Kelas E digunakan untuk tujuan khusus dan tidak digunakan untuk alokasi alamat IP ke perangkat host. Kelas ini memiliki rentang alamat IP dari 240.0.0.0 hingga 255.255.255.255.

Semua kelas IP diatas memiliki jumlah bit yang berbeda untuk identifikasi jaringan dan host, sehingga dapat digunakakn sesuai dengan kebutuhan jaringan yang akan dibentuk. Namun, kelas A dan B jarang digunakan karena ketersediaan alamat IP yang sangat terbatas sedangkan kelas C dan kelas D merupakan IP yang digunakan saat ini.

Fungsi IP Address

Berikut ini beberapa fungsi yang terdapat pada IP Address antara lain.

  1. Identifikasi perangkat dalam jaringan internet, setiap perangkat yang terhubung ke internet memiliki IP unik yang digunakan untuk mengidentifikasinya dalam jaringan.
  2. Mengatur aliran data (routing data), dengan menggunakan IP maka dapat di ataur aliran data yang akan di kirim dan diterima sehingga dapat menjaga performa jaringan.
  3. Komunikasi antar perangkat, digunakan untuk mengidentifikasi perangkat yang akan dikomunikasikan dan menentukan jalur komunikasi antar perangkat.
  4. Melacak ativitas onlinedapat digunakan untuk melacak aktivitas online yang digunakan oleh pengguna, sehingga dapat digunakan untuk mengetahui pelaku-pelaku untuk mengetahui pelaku yang melakukan aktivitas yang tidak diinginkan.
  5. Memverifikasi lokasi, biasanya digunakan dalam sistem pembayaran online untuk memverifikasi lokasi pembeli dan menghindari transaksi yang dilakukan dari lokasi yang tidak valid.
  6. Pengembangan aplikasi, digunakan dalam pengembangan aplikasi seperti dalam sistem pembuatan laporan atau analisa data.
  7. Keamanan, digunakan untuk mengenali siapa yang mengakses suatu jaringan dan mengontrol akses jaringan dengan menentukan perangkat yang diizinkan untuk mengakses jaringan tersebut.
Baca juga :   Cara Cek Kecepatan Internet Menggunakan HP dan PC

Selain fungsi-fungsi yang sudah disebutkan sebelumnya, IP Address juga memiliki peran penting dalam konfigurasi jaringan yaitu sebagai berikut.

  • Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP), digunakan dalam DHCP untuk memberikan alamat IP yang ditentukan kepada perangkat yang baru terhubung ke jaringan.
  • Domain Name System (DNS), digunakan dalam DNS untuk mengkonversi nama domain ke alamat IP perangkat yang bersangkutan.
  • Virtual Private Network (VPN), digunakan dalam VPN untuk membuat koneksi jaringan yang aman dan terenkripsi antar perangakt yang terhubung ke jaringan tersebut.

Cara Kerja IP Address

Cara kerja IP Address sebagai berikut.

  1. Setiap perangkat yang terhubung ke jaringan internet atau jaringan lokal akan diberikan IP unik.
  2. Jika perangkat A ingin mengirimkan data ke perangkat B, ia akan mengirimkan data tersebut ke router terdekat dengan alamat perangkat B sebagai tujuan.
  3. Router akan meneruskan data keperangkat B dengan menggunakan alamat IP sebagai Identifikasi tujuan.
  4. Perangkat B menerima data dan dapat mengirimkan balasan kembali ke perangkat A melalui jalur yang sama.

Kesimpulan

Dari pembelajaran kita di atas dapat disimpulkan bahwa IP Address merupakan bagian yang sangat penting dalam dunia teknologi jaringan dan internet. Keberadaan IP Address sangat diperlukan dalam mengidentifikasi perangkat, routing data, komunikasi antar perangkat, menentukan akses dan lokasi serta mengkonversikan alamat IP.

Ada solusi untuk mengatasi IP yang tersedia semakin terbatas yakni dengan menerapkan IP Address Translation (IPAT), IPv6, Cloud Computing, Mobile IP, Internet of Things (IoT), Virtual Private Network (VPN), Proxy Server dan lain-lainnya.

Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel belajar Jaringan dan jika ada ide topik yang mau kami bahas silahkan komen di bawah ya..