server side scripting

Server Side Scripting Adalah: Pengertian dan Cara Kerja

Server side scripting adalah elemen penting dalam pengembangan web modern. Teknik ini memungkinkan kamu untuk mengoptimalkan kinerja situs web kamu dan memberikan pengalaman yang lebih baik kepada pengguna.

Dalam artikel ini, kita akan membahas konsep dasar server side scripting, manfaatnya dan bagaimana mana pentingnya untuk website kamu. Yuk simak!

Apa itu Server Side Scripting?

Server-side scripting adalah metode pengembangan web di mana kode-kode skrip dieksekusi di sisi server, bukan di sisi perangkat pengguna. Ini berarti bahwa sebelum halaman web dihasilkan dan dikirim ke perangkat pengguna, server akan menjalankan kode skrip terlebih dahulu untuk menghasilkan konten yang akhirnya akan ditampilkan. Teknik ini memungkinkan pembuatan halaman web yang dinamis dan interaktif.

Dalam teknik ini, bahasa pemrograman khusus digunakan untuk mengembangkan aplikasi web yang mampu melakukan berbagai tugas kompleks seperti pengelolaan database, otentikasi pengguna, manipulasi data dan banyak lagi. Beberapa bahasa pemrograman populer untuk server side scripting termasuk PHP, Python, Ruby, Java dan Node.js.

Keuntungan Server Side Scripting

Teknik ini menawarkan sejumlah keuntungan yang signifikan dalam pengembangan web:

  1. Keamanan yang Lebih Baik: Kode server side tidak terlihat oleh pengguna akhir, sehingga informasi sensitif seperti koneksi database atau logika bisnis dapat dijaga dengan lebih baik. Ini membantu mencegah penyalahgunaan dan serangan terhadap aplikasi.
  2. Kontrol Penuh: Pengembang memiliki kontrol penuh atas operasi yang dilakukan di server. Ini memungkinkan pengelolaan yang lebih efisien terhadap sumber daya server dan pengoptimalan performa aplikasi.
  3. Pengolahan Data yang Kompleks: Dengan server side scripting, pengolahan data yang rumit seperti analisis dan manipulasi data besar dapat dilakukan tanpa memberatkan perangkat pengguna.
  4. Pemeliharaan yang Mudah: Perubahan atau pembaruan dalam aplikasi hanya perlu dilakukan di sisi server, tanpa perlu mengirimkan perubahan ke setiap perangkat pengguna.
Baca juga :   Gradient Boosting: Pengertian, Cara Kerja dan Contoh Skripsi

Cara Kerja Server Side Scripting

cara kerja server side scripting

Di bawah ini, akan dijelaskan secara rinci bagaimana cara dalam pengembangan web.

1. Permintaan dari Klien

Proses dimulai ketika klien (biasanya browser) mengirimkan permintaan untuk mengakses halaman web atau sumber daya lainnya ke server. Permintaan ini dapat berupa URL, data formulir atau tindakan lain yang diambil oleh pengguna.

2. Server Menerima Permintaan

Server menerima permintaan dari klien dan menganalisis informasi yang dikirimkan dalam permintaan tersebut, seperti URL, parameter atau data formulir.

3. Identifikasi Tipe Permintaan

Server mengidentifikasi tipe permintaan, misalnya apakah itu adalah permintaan untuk halaman web, data dari basis data atau operasi lainnya seperti pengiriman email.

4. Pemrosesan Permintaan

Server side scripting memungkinkan server untuk menjalankan kode atau skrip yang terkait dengan permintaan tersebut. Kode ini berisi logika bisnis atau instruksi tentang bagaimana server harus merespons permintaan tersebut.

5. Akses ke Basis Data (Opsional)

Dalam banyak kasus, server side scripting melibatkan akses ke basis data untuk mengambil, menyimpan atau memproses informasi yang diperlukan. Misalnya, jika ada permintaan untuk menampilkan daftar produk, server akan mengambil data produk dari basis data.

6. Pemrosesan dan Manipulasi Data

Server dapat melakukan pemrosesan lebih lanjut pada data yang diambil atau diterima dari basis data. Ini bisa termasuk menghitung, menggabungkan atau mengubah format data sesuai dengan logika yang ditentukan dalam skrip server.

7. Pembuatan Konten Dinamis

Dengan hasil pemrosesan data dan logika, server menghasilkan konten dinamis yang akan dikirimkan kembali ke klien. Konten ini mungkin dalam bentuk HTML, JSON, XML atau format lainnya, tergantung pada kebutuhan aplikasi.

8. Pengiriman Respons ke Klien

Setelah konten dinamis selesai dibuat, server mengirimkan respons kembali ke klien. Respons ini berisi konten yang akan ditampilkan kepada pengguna melalui browser atau aplikasi mereka.

Baca juga :   Usability Testing Adalah Metode dan Proses Implementasi

9. Rendering di Klien

Klien menerima respons dari server dan merender konten yang diterima. Ini dapat berupa halaman web yang ditampilkan di browser, data yang dimasukkan ke dalam elemen DOM (Document Object Model) atau tampilan lainnya sesuai dengan jenis respons yang diterima.

10. Interaksi Selanjutnya

Pengguna dapat berinteraksi lebih lanjut dengan konten yang diterima. Jika ada interaksi tambahan yang memerlukan komunikasi dengan server, langkah-langkah di atas akan diulang.

Server Side Scripting memainkan peran sentral dalam membangun aplikasi web yang dinamis, aman dan efisien. Ini memungkinkan pengembang untuk mengelola logika bisnis, mengambil dan memanipulasi data, serta menghasilkan konten dinamis secara efisien. Dengan pemahaman yang baik tentang cara kerja Server Side Scripting, pengembang dapat merancang dan mengembangkan solusi web yang kuat dan responsif.

Peran Server Side Scripting dalam Pengembangan Web

Berikut ini beberapa peran penting dalam pengembangan web modern:

  1. Pengolahan Formulir: Saat pengguna mengirimkan formulir online, data yang diisi perlu diproses sebelum disimpan atau direspon. Server side scripting memungkinkan validasi data, pengolahan input dan penyimpanan ke database.
  2. Otentikasi dan Otorisasi: Digunakan untuk mengelola proses otentikasi pengguna dan mengontrol akses ke konten atau fitur tertentu berdasarkan hak akses yang ditentukan.
  3. Akses ke Database: Dalam aplikasi yang membutuhkan penyimpanan data seperti aplikasi e-commerce, teknik ini digunakan untuk berinteraksi dengan database, mengambil dan menyimpan informasi yang dibutuhkan.
  4. Pembuatan Halaman Dinamis: Memungkinkan pembuatan halaman web dinamis yang menyesuaikan kontennya berdasarkan preferensi atau data pengguna.
  5. Pengelolaan Session: Memungkinkan pelacakan status sesi pengguna, penting untuk fungsionalitas seperti keranjang belanja dalam e-commerce.

Kesimpulan

Server side scripting adalah komponen penting dalam pengembangan web yang memungkinkan pengelolaan data, logika dan interaksi yang kompleks di sisi server. Ini menawarkan sejumlah keuntungan termasuk keamanan yang lebih baik, kontrol penuh dan kemampuan untuk mengelola tugas berat.

Baca juga :   11 DATABASE TERPOPULER UNTUK DEVELOPER TAHUN 2023

Dalam pengembangan web modern, server side scripting memainkan peran kunci dalam membangun aplikasi web yang dinamis dan interaktif. Dengan pemahaman tentang konsep ini, para pengembang dapat menciptakan pengalaman web yang lebih kaya dan lebih efisien bagi pengguna akhir.

Artikel ini merupakan bagian seri artikel Programming dari KantinIT.com dan jika ada ide topik yang mau kami bahas silahkan komen di bawah ya..