speech recognition

Speech Recognition : Pengertian, Cara Kerja dan Jenis

Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu bidang teknologi yang berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir. Salah satu aplikasi AI yang paling menarik perhatian adalah speech recognition.

Dalam artikel ini, kita akan belajar lebih lanjut mengenai apa itu speech recognition, sejarah, jenis, cara kerja hingga manfaatnya .

Apa itu Speech Recognition?

speech recognition adalah

Speech recognition atau pengenalan pola suara juga dikenal sebagai Automatic Speech Recognition (ASR) merupakan sistem yang digunakan untuk mengenali perintah kata dari suara manusia dan kemudian diterjemahkan menjadi suatu data yang dimengerti oleh komputer. Sistem ASR dapat diartikan juga sebagai proses mengubah inputan suara ke media lain misalnya teks, oleh karena itu speech recognition terkadang disebut sebagai speech-to-text (STT).

Sejarah Speech Recognition

Teknologi ASR pertama kali dikembangkan pada tahun 1950-an oleh para peneliti di Bell Laboratories. Namun, teknologi ini masih sangat terbatas pada saat itu dan hanya dapat mengenali beberapa kata dalam bahasa Inggris.

Pada tahun 1970-an, teknologi ini mulai berkembang dengan adanya komputer yang lebih canggih. Pada tahun 1980-an, beberapa produk dengan teknologi ini pertama diluncurkan, meskipun masih terbatas dalam pengenalan suara yang diucapkan dengan aksen tertentu atau dengan latar belakang suara yang bising.

Saat ini, teknologi ini terus berkembang dengan pesat dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti dalam aplikasi asisten virtual, transkripsi dokumen dan aplikasi perbankan.

Baca juga :   Finite State Machine : Pengertian, Karakteristik dan Cara Kerja

Cara Kerja Speech Recognition

Speech recognition bekerja dengan menggunakan teknologi Natural Language Processing (NLP) atau pemrosesan bahasa alami. NLP memungkinkan perangkat untuk memahami dan menerjemahkan kata-kata yang diucapkan ke dalam bentuk yang dapat dikenali dan dimengerti oleh komputer.

Teknologi ini bekerja dengan cara merekam suara manusia dan menerjemahkan suara tersebut menjadi teks. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, di antaranya:

  1. Perekaman suara dimulai dengan merekam suara manusia melalui microphone. Suara yang direkam kemudian diubah menjadi sinyal digital.
  2. Preprocessing setelah suara direkam, suara tersebut diproses melalui tahapan preprocessing untuk mengurangi noise dan memperbaiki kualitas suara agar dapat diterjemahkan lebih akurat.
  3. Ekstraksi fitur setelah preprocessing, suara yang direkam kemudian diubah menjadi data numerik yang dapat diproses oleh komputer. Tahap ini disebut dengan ekstraksi fitur.
  4. Pengenalan suara setelah suara diubah menjadi data numerik, komputer kemudian melakukan pengenalan suara untuk menentukan kata atau kalimat yang diucapkan oleh pengguna.
  5. Penerjemahan teks setelah komputer berhasil mengenali kata atau kalimat yang diucapkan, speech recognition kemudian menerjemahkan suara menjadi teks.

Jenis-jenis Speech Recognition

jenis speech recognition

Speech recognition dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

1. Speaker Dependent

Speaker dependent ASR memerlukan pengguna untuk melakukan pelatihan terlebih dahulu sebelum perangkat dapat mengenali suaranya. Proses pelatihan ini melibatkan pengguna dalam merekam suara dan mengulang kata-kata tertentu agar perangkat dapat mengenali suara dan intonasi pengguna secara lebih akurat.

2. Speaker Independent

Speaker independent ASR tidak memerlukan pelatihan terlebih dahulu. Dalam hal ini, perangkat menggunakan database suara yang lebih luas dan lebih terdiversifikasi sehingga dapat mengenali suara pengguna tanpa pelatihan terlebih dahulu.

Keuntungan Penggunaan Speech Recognition

Penggunaan teknologi ini memiliki banyak keuntungan, antara lain:

Baca juga :   Dimensionality Reduction: Jenis dan Cara Implementasi

1. Mempermudah Interaksi dengan Teknologi

Mempermudah interaksi antara manusia dengan teknologi karena memungkinkan kita untuk memberikan perintah suara yang lebih mudah dan cepat daripada mengetik atau menggunakan tombol pada perangkat. Contoh penggunaannya adalah pada assistan suara seperti Siri atau Google Assistant pada smartphone.

2. Meningkatkan Efisiensi dan Produktivitas

Meningkatkan efisiensi dan produktivitas karena memungkinkan pengguna untuk bekerja dengan lebih cepat dan efisien. Contoh penggunaannya adalah pada software transkripsi suara yang dapat mempercepat proses transkripsi dari rekaman audio menjadi teks.

3. Meningkatkan Aksesibilitas

Meningkatkan aksesibilitas bagi orang dengan keterbatasan fisik seperti tuna rungu atau tuna daksa yang sulit menggunakan tombol atau keyboard pada perangkat komputer. Dengan ASR, mereka dapat mengakses teknologi dengan lebih mudah.

Kesimpulan

Speech recognition adalah teknologi yang sangat berguna dalam era teknologi modern seperti sekarang. Dengan teknologi ini, pengguna dapat mengoperasikan perangkat hanya dengan suara dan meningkatkan efisiensi, produktivitas dan keamanan. Teknologi ini juga dapat meningkatkan aksesibilitas bagi orang dengan keterbatasan fisik atau kecacatan, serta meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel belajar Kecerdasan Buatan dan jika ada ide topik yang mau kita bahas silahkan komen di bawah ya..