Beam Search: Cara Kerja dan Contoh Penerapan

beam search

Dalam bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), komputer sering kali harus memilih solusi terbaik dari ribuan bahkan jutaan kemungkinan yang tersedia. Untuk mengatasi masalah tersebut, digunakan berbagai algoritma pencarian, salah satunya adalah Beam Search. Algoritma ini dirancang untuk menemukan solusi yang baik secara efisien tanpa harus mengevaluasi seluruh kemungkinan yang ada.

Pada artikel ini, kamu akan mempelajari apa itu Beam Search, cara kerja Beam Search, contoh penerapannya dalam Artificial Intelligence dan Natural Language Processing (NLP), serta kelebihan dan kekurangannya dibandingkan algoritma pencarian lainnya.

Apa Itu Beam Search?

Beam Search adalah algoritma pencarian heuristik (heuristic search algorithm) yang digunakan untuk menemukan solusi terbaik dari sejumlah besar kemungkinan dengan cara mempertahankan sejumlah kandidat terbaik pada setiap langkah pencarian. Berbeda dengan pencarian brute force yang mengevaluasi seluruh kemungkinan solusi, Beam Search hanya menyimpan sejumlah kandidat yang paling menjanjikan berdasarkan nilai evaluasi tertentu.

Dalam bidang kecerdasan buatan, machine learning, dan pemrosesan bahasa alami (NLP), Beam Search sering digunakan untuk mengurangi kompleksitas pencarian sekaligus menghasilkan solusi yang mendekati optimal. Algoritma ini banyak diterapkan pada sistem penerjemahan mesin, pengenalan suara, chatbot, hingga model Generative AI modern.

Baca Juga: Algoritma Adalah: Jenis, Fungsi dan Contoh

Algoritma dan Cara Kerja Beam Search

1. Algoritma

Algoritma Beam Search dimulai dengan sekelompok solusi awal, yang dikenal sebagai “beam”. Kemudian, untuk setiap langkah, setiap solusi pada beam dinilai berdasarkan kriteria yang ditetapkan dan solusi terbaik ditemukan. Solusi terbaik ini kemudian dikelompokkan bersama dengan kumpulan alternatif solusi dan proses berulang hingga solusi terbaik ditemukan.

Algoritma ini berguna dalam kasus-kasus di mana tidak mungkin untuk menguji semua kemungkinan solusi secara bersamaan. Dengan mempertahankan sejumlah kecil alternatif yang menjanjikan, dengan algoritma dapat menemukan solusi optimal dengan waktu yang lebih singkat.

2. Cara Kerja

Cara kerja Beam Search adalah sebagai berikut:

  1. Inisialisasi: Algoritma dimulai dengan menginisialisasi sejumlah terbatas solusi awal. Jumlah solusi awal ini disebut sebagai “lebar pencarian” (beam width). Solusi-solusi ini sering kali dipilih secara acak atau berdasarkan kriteria tertentu.
  2. Ekspansi: Setiap solusi awal kemudian dievaluasi untuk melihat kemungkinan langkah-langkah selanjutnya. Algoritma akan menghasilkan beberapa solusi baru (biasanya sejumlah yang sama dengan lebar pencarian) dengan mengekspansi setiap solusi awal menjadi beberapa solusi turunan.
  3. Seleksi: Dari solusi-solusi yang baru dihasilkan, algoritma akan memilih solusi-solusi terbaik berdasarkan suatu kriteria evaluasi. Kriteria ini dapat berupa nilai fungsi objektif, probabilitas atau metrik lain yang sesuai dengan masalah yang diselesaikan.
  4. Pengulangan: Langkah-langkah ekspansi dan seleksi diulang secara berulang sampai kondisi berhenti terpenuhi. Kondisi berhenti dapat berupa mencapai jumlah iterasi tertentu, mencapai solusi yang memenuhi syarat, atau kriteria lain yang ditentukan.
  5. Penyimpulan: Hasil akhir dari Beam Search adalah salah satu solusi terbaik yang telah terpilih selama proses iterasi. Solusi ini dianggap sebagai solusi yang “mungkin” atau “terbaik” dari sekumpulan solusi yang ada.

Baca Juga: Random Search: Pengertian, Cara Kerja, dan Contoh Penerapan

Contoh Penerapan Beam Search

Berikut merupakan contoh penerapan Beam Search:

1. Beam Search dalam Pencarian Teks

Dapat digunakan dalam aplikasi pencarian teks, di mana sistem mencari kata kunci tertentu dalam setiap dokumen dan mengembalikan hasil pencarian yang relevan. Dalam pencarian teks, algoritma ini dapat membantu mengurangi waktu pencarian dengan mempertahankan sekelompok solusi terbaik pada setiap langkah.

2. Beam Search dalam Pemrosesan Bahasa Alami

Dalam pemrosesan bahasa alami, dapat digunakan untuk memprediksi kata berikutnya dalam kalimat yang sedang diproses. Algoritma ini mempertahankan beberapa alternatif kata berikutnya pada setiap langkah dan kemudian memilih kata terbaik untuk dieksplorasi pada langkah berikutnya. Hal ini memungkinkan sistem untuk memproses teks lebih cepat dan akurat.

3. Beam Search pada Generative AI dan LLM

Beam Search banyak digunakan dalam model bahasa besar (LLM) untuk menghasilkan teks. Ketika model memprediksi kata berikutnya, terdapat banyak kemungkinan kata yang dapat dipilih. Beam Search mempertahankan beberapa kandidat kalimat terbaik dan terus mengevaluasinya hingga menghasilkan teks yang paling masuk akal berdasarkan probabilitas yang dihitung model.

Baca Juga: Uniform Cost Search: Cara Kerja dan Kelebihannya 

Kelebihan Beam Search

  1. Efisien: Lebih efisien daripada algoritma pencarian penuh yang mempertimbangkan semua kemungkinan solusi. Ini karena Beam Search hanya mempertimbangkan sejumlah terbatas solusi potensial, yang disebut sebagai “lebar pencarian” (beam width). Hal ini membuatnya cocok untuk masalah yang melibatkan ruang pencarian yang sangat besar.
  2. Penemuan Cepat: Algoritma ini cenderung menemukan solusi yang baik dalam waktu yang relatif singkat karena fokus pada solusi-solusi terbaik dalam setiap langkah.
  3. Pemrosesan Paralel: Dapat diimplementasikan secara paralel, memungkinkan pemrosesan yang lebih cepat pada perangkat keras yang mendukungnya.

Kekurangan Beam Search

  1. Kemungkinan Terjebak dalam Optimum Lokal: Kekurangan utama dari adalah bahwa ia cenderung terjebak dalam optimum lokal. Artinya, jika solusi awal yang dipilih tidak mendekati solusi optimal, maka Beam Search mungkin tidak akan dapat menemukan solusi yang lebih baik, meskipun ada solusi optimal yang berada jauh dari jangkauan awalnya.
  2. Sensitif terhadap Beam Width: Hasil  bergantung pada lebar pencarian yang dipilih. Jika lebar pencarian terlalu sempit, algoritma mungkin melewatkan solusi yang lebih baik. Sebaliknya, jika lebar pencarian terlalu lebar, algoritma akan membutuhkan lebih banyak sumber daya komputasi.
  3. Tidak Jamin Optimalitas: Tidak menjamin menemukan solusi optimal dalam semua kasus. Ini membuatnya kurang cocok untuk masalah di mana solusi optimal harus ditemukan.
  4. Kemungkinan Solusi Serupa: Cenderung menghasilkan solusi yang serupa atau hampir sama dalam beberapa situasi. Ini bisa menjadi masalah jika variasi dalam solusi dibutuhkan.

Baca Juga: Binary Search Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Implementasi

Kesimpulan

Pada pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa Beam Search adalah algoritma pencarian heuristik yang digunakan untuk menemukan solusi terbaik dengan mempertahankan sejumlah kandidat paling menjanjikan pada setiap langkah pencarian. Pendekatan ini membuat Beam Search lebih efisien dibandingkan metode brute force karena tidak perlu mengevaluasi seluruh kemungkinan solusi yang tersedia.

Dalam praktiknya, Beam Search banyak digunakan pada bidang Artificial Intelligence, Machine Learning, Natural Language Processing (NLP), hingga Generative AI modern. Dengan memahami cara kerja Beam Search, konsep Beam Width, serta kelebihan dan kekurangannya, pengembang dapat memilih strategi pencarian yang lebih efektif untuk berbagai permasalahan komputasi.

Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel belajar Kecerdasan Buatan dan jika ada ide topik yang mau kita bahas silahkan komen di bawah ya..

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨