FTP Adalah: Fungsi, Cara Kerja dan Kelebihannya

ftp adalah

File Transfer Protocol atau yang lebih dikenal dengan FTP adalah sebuah protokol jaringan yang digunakan untuk mentransfer file antar komputer melalui koneksi TCP/IP. Dalam dunia teknologi, FTP menjadi salah satu metode paling umum untuk mengirim dan menerima data dari server, terutama dalam pengelolaan website dan sistem berbasis jaringan.

Meskipun terdengar teknis, konsep FTP sebenarnya cukup sederhana. Pernahkah kamu meng-upload file ke hosting atau memindahkan data dari server ke komputer lokal? Nah, di situlah FTP bekerja. Pada artikel ini, kamu akan memahami lebih dalam mengenai pengertian FTP, fungsi, cara kerja, hingga kelebihan dan kekurangannya secara lengkap dan mudah dipahami.

Apa Itu FTP?

pengertian FPT

File Transfer Protocol (FTP) adalah protokol jaringan standar yang digunakan untuk melakukan transfer file antara client dan server dalam sebuah jaringan berbasis TCP/IP. Menurut referensi dari RFC 959 yang menjadi standar resmi FTP, protokol ini dirancang untuk memungkinkan pertukaran data secara efisien dan terstruktur antar sistem yang terhubung dalam jaringan.

Secara sederhana, FTP memungkinkan pengguna untuk mengunggah (upload), mengunduh (download), menghapus, maupun mengelola file yang tersimpan di server jarak jauh. Berbeda dengan metode transfer biasa, FTP menggunakan dua jalur komunikasi, yaitu control connection (port 21) untuk perintah dan data connection (port 20) untuk transfer file.

Dalam praktiknya, FTP sering digunakan oleh developer, administrator server, hingga mahasiswa IT untuk mengelola file website, backup data, hingga distribusi file dalam skala besar. Karena fleksibilitas dan kemudahannya, FTP menjadi salah satu fondasi penting dalam sistem jaringan modern, meskipun saat ini mulai banyak digantikan oleh versi yang lebih aman seperti SFTP.

Baca Juga: Jaringan Komputer: Pengertian, Jenis, Cara Kerja dan Implementasi

Sejarah FTP

File Transfer Protocol dikembangkan pada tahun 1971 oleh Abhay Bhushan dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) sebagai bagian dari proyek Multics.

Pada awalnya FTP hanya digunakan untuk mentransfer file antara komputer yang berada dalam jaringan ARPANET. Namun, seiring dengan perkembangannya jaringan komputer dan internet, FTP menjadi protokol yang umum digunakan untuk mentransfer file antara komputer yang terhubung ke internet.

Saat ini FTP digunakan dalam berbagai situasi, seperti mentransfer file antara server web dan mengirim atau menerima file melalui email.

Baca Juga: TCP/IP Model: Pengertian, Layer, Cara kerja dan Fungsi

Perbedaan FTP Server dan FTP Client

Berikut ini perbedaan dari FTP server dengan client.

FTP Server

File Transfer Protocol server adalah server yang menjalankan perangkat lunak (software) yang memiliki fungsi sebagai yang memberikan layanan tukar menukar file yang dimana server tersebut selalu siap memberikan layanan File Transfer Protocol apabila mendapat request dari FTP client.

FTP Client

File Transfer Protocol Client adalah komputer yang meminta (request) koneksi ke FTP server bertujuan untuk tukar menukar file. Jika sudah terhubung dengan FTP server, maka client dapat melakukan unggah, menamai, mengunduh, menghapus dan sebagainya sesuai dengan permission yang telah diberikan oleh FTP server.

Baca Juga: UDP Adalah: Pengertian, Cara Kerja dan Kelebihan

Fungsi File Transfer Protocol (FTP)

Berikut ini beberapa fungsi dari File Transfer Protocol.

  1. Bertujuan untuk sharing data.
  2. Untuk menyediakan indirect ataupun implicit remote komputer.
  3. Bertujuan menyediakan tempat penyimpanan bagi pengguna (user).
  4. Untuk menyediakan transfer data, file yang reliable serta efisien.

Cara Kerja File Transfer Protocol (FTP)

Satu-satunya metode yang digunakan oleh File Transfer Protocol adalah metode autentikasi standar, dimana diperlukan username dan password untuk mengakses data-data yang ada pada FTP server.

cara kerja ftp

Adapun cara kerja dari File Transfer Protocol adalah sebagai berikut.

  1. Client menghubungkan ke server FTP melalui port 21, yang merupakan port standar untuk FTP.
  2. Client dan server menukar informasi login dan autentikasi. Client mengirimkan nama pengguna dan kata sandi ke server lalu server memvalidasi informasi tersebut.
  3. Setelah autentikasi berhasil, client dapat mengirim perintah ke server untuk melakukan aktivitas seperti upload atau download file, mengubah nama file, menghapus file, membuat folder dan menavigasi folder.
  4. Dalam mode aktif,  server akan membuka port baru untuk mentransfer file dan client akan mengirim atau menerima file melalui port tersebut. Dalam mode pasif, server akan memberikan alamat IP dan port yang digunakan untuk mentransfer file dan client akan mengirim atau menerima file melalui alamat tersebut.
  5. Setelah file selesai ditransfer, klien akan mengirim perintah untuk menutup koneksi dan keluar dari server.

File Transfer Protocol menyediakan dua mode operasi yaitu mode aktif dan mode pasif.

  1. Dalam mode aktifclient akan mengirimkan permintaan koneksi ke server dan server akan mengirimkan balasan koneksi kembali ke client.
  2. Dalam mode pasifclient akan mengirimkan permintaan koneksi ke server dan server akan mengirimkan alamat IP dan port digunakan untuk mengirim data.

Mode pasif lebih aman daripada mode aktif karena client tidak perlu mengirimkan permintaan koneksi ke server dan server hanya akan mengirimkan data ke alamat IP yang ditentukan.

Baca Juga: IP Address: Pengertian, Cara Kerja, Jenis dan Fungsinya

Kelebihan dan Kekurangan File Transfer Protocol (FTP)

Kelebihan File Transfer Protocol (FTP)

  • Dapat digunakan untuk mentransfer file dari berbagai sistem operasi dan platform.
  • Dapat digunakan untuk mentransfer file dari jarak jauh melalui internet.
  • Dapat digunakan untuk mentransfer file dalam jumlah besar.
  • Dapat digunakan untuk mengatur hak akses ke file yang ditransfer.
  • Dapat digunakan untuk mentransfer file secara paralel.

Kekurangan File Transfer Protocol (FTP)

  • Tidak dapat mengubah kepemilikan dari suatu file.
  • Jika pengguna (user) tidak begitu paham mengenai File Transfer Protocol, sangat mudah untuk menghapus keseluruhan data dengan sekali klik.
  • Tidak begitu aman sebagai media transfer data karena tidak adanya enkripsi, kecuali jika menggunakan alternatif seperti SFTP.
  • Memerlukan software khusus untuk digunakan, sehingga tidak dapat digunakan oleh semua perangkat.

Baca Juga: Topologi Jaringan: Jenis, Cara Kerja, Fungsi dan Kelebihannya

Aplikasi FTP Client

Berikut beberapa aplikasi yang sering digunakan.

1. FileZila

Aplikasi ini merupakan aplikasi yang populer untuk para pengguna windows, walaupun begitu aplikasi ini dapat juga digunakan di Mac ataupun Linux.

Kelebihan dari aplikasi ini adalah FileZilla dapat melakukan transisi simultan. Ketika koneksi yang digunakan terputus saat meng-upload file, maka proses upload dapat diulang kembali. Namun FileZilla membutuhkan waktu yang lama untuk mengunggah file, semakin banyak dan besar ukuran file maka semakin lama pula prosesnya.

2. WinSCP

Selain FileZilla, para pengguna Windows tidak asing lagi dengan aplikasi ini. WinSCP mendukung berbagai protokol seperti SFTP, SCP, FTP dan WebDAV serta memiliki tampilan yang sederhana dan mudah digunakan.

Kelebihan dari aplikasi ini adalah adanya dukungan SSH password, keyboard interaktif, public key dan otentikasi Kerberos. Namun aplikasi ini hanya dapat dioperasikan di Windows saja.

3. FireFTP

Sama seperti aplikasi FileZilla, aplikasi ini memiliki proses instalasi tergolong sederhana karena sebatas penambahan add-on pada browser Mozilla Firefox. Tampilan aplikasi ini sudah user friendly serta mendukung metode enkripsi terbaru seperti SSL, SFTP dan TLS.

Baca Juga: Cara Menambahkan User WordPress Lewat FTP dengan Mudah

Kesimpulan

Pada pembelajaran kita di atas dapat kita simpulkan bahwa FTP adalah salah satu protokol jaringan yang memiliki peran penting dalam proses transfer file antar komputer dalam sebuah jaringan berbasis TCP/IP. Dengan dukungan fitur seperti upload, download, serta manajemen file di server, FTP menjadi solusi yang banyak digunakan oleh developer, administrator, hingga pelajar IT dalam mengelola data secara efisien.

Meskipun memiliki banyak kelebihan seperti kemudahan penggunaan dan kompatibilitas lintas platform, FTP juga memiliki kelemahan dari sisi keamanan karena tidak menggunakan enkripsi secara default. Oleh karena itu, dalam praktik modern, banyak pengguna mulai beralih ke alternatif yang lebih aman seperti SFTP. Memahami konsep FTP tetap penting sebagai dasar dalam mempelajari sistem jaringan dan pengelolaan server.

Artikel ini merupakan bagian dari seri Jaringan KantinIT.com. Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan ke media sosial atau ke teman kamu.

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨