Mengenal Batch Gradient Descent dalam Machine Learning

Batch Gradient Descent

Dalam dunia machine learning, proses melatih model bukan sekadar memasukkan data lalu menunggu hasil. Di balik model yang akurat, ada proses optimasi yang menentukan seberapa baik model tersebut mempelajari pola dari data. Optimasi inilah yang berperan besar dalam menentukan apakah model akan menghasilkan prediksi yang mendekati kenyataan atau justru melenceng jauh.

Salah satu teknik optimasi paling fundamental dan sering menjadi dasar pembelajaran bagi mahasiswa IT, data scientist, maupun peneliti adalah Gradient Descent. Dari berbagai variasinya, Batch Gradient Descent menjadi metode klasik yang penting untuk dipahami karena konsepnya sederhana, matematis, dan sering dijadikan pembanding bagi metode optimasi lainnya.

Apa Itu Batch Gradient Descent?

Batch Gradient Descent adalah algoritma optimasi yang digunakan untuk meminimalkan fungsi loss dengan cara menghitung gradien menggunakan seluruh dataset pada setiap iterasi. Artinya, setiap kali model memperbarui parameter (weight), semua data training akan ikut berkontribusi dalam perhitungan gradien tersebut.

Pendekatan ini membuat Batch Gradient Descent dikenal sebagai metode yang stabil dan konsisten. Karena gradien dihitung dari keseluruhan data, arah penurunan error cenderung lebih akurat dibandingkan metode yang hanya menggunakan sebagian data. Inilah alasan mengapa algoritma ini sering digunakan dalam pembelajaran konsep dasar optimasi machine learning.

Namun, penggunaan seluruh dataset juga memiliki konsekuensi. Ketika jumlah data semakin besar, proses komputasi menjadi lebih berat dan memakan waktu. Oleh karena itu, Batch Gradient Descent sering dianggap cocok untuk dataset kecil hingga menengah, atau untuk keperluan akademis dan eksperimen awal sebelum beralih ke metode yang lebih efisien.

Cara Kerja Batch Gradient Descent

Cara kerja Batch Gradient Descent bisa dipahami melalui beberapa tahapan berikut:

  1. Inisialisasi Parameter
    Model memulai dengan nilai awal parameter (weight dan bias) yang biasanya diisi secara acak atau nol.
  2. Hitung Prediksi Model
    Menggunakan parameter saat ini, model menghasilkan prediksi untuk seluruh data training.
  3. Hitung Loss Function
    Selisih antara prediksi dan nilai sebenarnya dihitung menggunakan fungsi loss, misalnya Mean Squared Error.
  4. Hitung Gradien
    Gradien dihitung dengan menggunakan seluruh dataset, sehingga mencerminkan arah penurunan error global.
  5. Update Parameter
    Parameter diperbarui berdasarkan gradien dan learning rate.
  6. Ulangi Hingga Konvergen
    Proses diulang sampai loss stabil atau iterasi maksimum tercapai.

Karena setiap iterasi melibatkan semua data, proses ini memang lebih lambat, tetapi arah pembaruan parameter lebih konsisten dan minim fluktuasi.

Rumus Batch Gradient Descent

Secara matematis, Batch Gradient Descent dapat dituliskan dengan rumus:θ=θα1mi=1mL(θ)\theta = \theta – \alpha \frac{1}{m} \sum_{i=1}^{m} \nabla L(\theta)

Penjelasan sederhananya:

  • θ (theta) adalah parameter model yang ingin dioptimasi
  • α (alpha) adalah learning rate
  • m adalah jumlah data training
  • ∇L(θ) adalah gradien dari fungsi loss

Intinya, parameter model diperbarui dengan mengurangkan nilai gradien yang telah dirata-ratakan dari seluruh data. Dengan pendekatan ini, setiap update mencerminkan kondisi keseluruhan dataset, bukan hanya sebagian kecil data.

Rumus ini sering terlihat menakutkan bagi pemula, tetapi jika dipahami secara konsep, sebenarnya hanya proses “mengoreksi kesalahan sedikit demi sedikit” hingga model mencapai performa terbaiknya.

Kelebihan Batch Gradient Descent

Batch Gradient Descent memiliki beberapa kelebihan utama:

  • Stabilitas tinggi
    Karena gradien dihitung dari seluruh dataset, update parameter cenderung lebih halus dan tidak berisik.
  • Konvergensi lebih akurat
    Algoritma ini bergerak langsung menuju minimum global pada fungsi loss yang konveks.
  • Cocok untuk pembelajaran konsep
    Sangat ideal digunakan dalam konteks akademis untuk memahami optimasi model.

Kelebihan ini membuat Batch Gradient Descent sering digunakan sebagai dasar sebelum mempelajari metode optimasi yang lebih kompleks.

Kekurangan Batch Gradient Descent

Di sisi lain, metode ini juga memiliki kekurangan yang cukup signifikan. Pertama, penggunaan seluruh dataset pada setiap iterasi membuat konsumsi memori dan waktu komputasi menjadi besar. Ketika dataset berukuran jutaan baris, proses training bisa menjadi sangat lambat.

Kedua, algoritma ini kurang fleksibel untuk sistem real-time atau lingkungan dengan resource terbatas. Selain itu, setiap update parameter harus menunggu seluruh data diproses, sehingga tidak cocok untuk pembelajaran online atau streaming data.

Karena alasan inilah, Batch Gradient Descent jarang digunakan secara langsung pada sistem produksi berskala besar.

Perbandingan Batch Gradient Descent dengan Metode Lain

AspekBatch GDStochastic GDMini-Batch GD
Data per iterasiSeluruh dataset1 dataSebagian data
KecepatanLambatSangat cepatSeimbang
StabilitasSangat stabilTidak stabilCukup stabil
ResourceTinggiRendahSedang

Dari tabel tersebut, terlihat bahwa Batch Gradient Descent unggul dalam stabilitas, tetapi kalah dalam efisiensi dibandingkan metode lainnya.

Kapan Sebaiknya Menggunakan Batch Gradient Descent

Batch Gradient Descent sebaiknya digunakan ketika:

  • Dataset relatif kecil hingga menengah
  • Fokus pada akurasi dan stabilitas
  • Lingkungan komputasi tidak menjadi kendala
  • Tujuan pembelajaran bersifat akademis atau riset

Dalam kondisi ini, metode ini mampu memberikan hasil yang optimal dan mudah dianalisis.

Kesimpulan

Pada pembahasan kita di atas dapat kita simpulkan bahwa Batch Gradient Descent adalah algoritma optimasi fundamental yang menjadi fondasi penting dalam pembelajaran machine learning. Dengan pendekatan yang menggunakan seluruh dataset pada setiap iterasi, algoritma ini menawarkan stabilitas dan akurasi tinggi dalam proses training model.

Meskipun memiliki keterbatasan dalam hal efisiensi, pemahaman tentang Batch Gradient Descent tetap relevan, terutama bagi mahasiswa IT, programmer, dan peneliti yang ingin memahami cara kerja optimasi dari level paling dasar hingga lanjutan. Dengan memahami metode ini, kamu akan lebih mudah memahami evolusi algoritma optimasi modern yang digunakan saat ini.

Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel belajar Kecerdasan Buatan dan jika ada ide topik yang mau kami bahas silahkan komen di bawah ya..

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨