algoritma divide and conquer

Algoritma Divide and Conquer: Pengertian dan Cara Kerja

Dalam dunia pemrograman komputer, algoritma merupakan suatu metode atau prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan suatu masalah atau tugas tertentu dengan langkah-langkah logis yang telah terstruktur dengan baik. Salah satu teknik algoritma yang sering digunakan adalah algoritma Divide and Conquer.

Dalam artikel ini, akan dijelaskan lebih rinci tentang algoritma Divide and Conquer, bagaimana algoritma ini bekerja, keuntungan dan kerugian dari penggunaannya, serta contoh aplikasi di dalam pemrograman komputer.

Pengertian Algoritma Devide and Conquer

Algoritma Divide and Conquer adalah

Algoritma Divide and Conquer adalah teknik algoritma yang digunakan dalam pemrograman komputer untuk memecahkan masalah yang kompleks menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan lebih mudah dipecahkan secara terpisah.

Konsep dasarnya adalah memecahkan masalah besar menjadi beberapa submasalah yang lebih kecil, menyelesaikan setiap submasalah secara terpisah dan kemudian menggabungkan solusi submasalah menjadi solusi akhir untuk masalah yang lebih besar.

Cara Kerja Algoritma Devide and Conquer

Adapun cara kerjannya dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Divide

Pertama, masalah besar dibagi menjadi dua atau lebih submasalah yang lebih kecil dan serupa dengan masalah asli. Proses pembagian ini dilakukan sampai tidak dapat dibagi lagi atau sampai ukuran submasalah sudah cukup kecil untuk dapat dipecahkan dengan mudah.

2. Conquer

Setelah masalah dibagi menjadi beberapa submasalah yang lebih kecil, langkah berikutnya adalah memecahkan setiap submasalah secara terpisah. Pemecahan ini dapat dilakukan dengan menggunakan algoritma yang sama atau dengan algoritma yang berbeda, tergantung pada masalah yang dihadapi.

Baca juga :   Cara Membuat Tabel MySQL dengan CMD Hingga Edit dan Hapus

3. Combine

Solusi untuk setiap submasalah kemudian digabungkan untuk menghasilkan solusi akhir untuk masalah besar. Proses penggabungan ini juga disebut sebagai conquering back atau merging.

Contoh Soal Algoritma Devide and Conquer

Untuk lebih memahami cara kerja alogoritma ini, berikut adalah contoh penerapannya dalam mencari nilai maksimum dalam sebuah array:

Misalkan kita memiliki array [4, 5, 1, 3, 9, 8, 7, 2]. Cara kerja algoritma ini untuk mencari nilai maksimum dalam array tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Divide: Array dibagi menjadi dua subarray, yaitu [4, 5, 1, 3] dan [9, 8, 7, 2].
  2. Conquer: Setiap subarray dipecahkan secara terpisah untuk mencari nilai maksimum. Nilai maksimum dalam subarray pertama adalah 5 dan nilai maksimum dalam subarray kedua adalah 9.
  3. Combine: Solusi untuk setiap submasalah kemudian digabungkan untuk menghasilkan solusi akhir untuk masalah besar. Dalam contoh ini, nilai maksimum antara kedua subarray adalah 9, sehingga 9 adalah nilai maksimum dalam array awal.

Dalam contoh tersebut, algoritma ini telah memecahkan masalah mencari nilai maksimum dalam array dengan membagi array menjadi dua subarray yang lebih kecil, memecahkan setiap subarray secara terpisah dan menggabungkan solusi untuk setiap submasalah untuk menghasilkan solusi akhir.

Kelebihan dan Kekurangan Algoritma Divide and Conquer

Kelebihan

  1. Skalabilitas: Dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah dengan ukuran yang berbeda, dari masalah kecil hingga masalah yang sangat besar.
  2. Modularitas: Memiliki struktur modular yang memungkinkan untuk dibagi menjadi beberapa bagian yang lebih kecil dan terpisah. Hal ini membuatnya mudah untuk diimplementasikan dan dipelajari, serta dapat digunakan kembali pada masalah yang serupa.
  3. Efisiensi: Dapat menghasilkan solusi yang lebih efisien daripada algoritma lainnya. Misalnya, algoritma Merge Sort menggunakan algoritma ini untuk mengurutkan daftar dengan waktu yang relatif cepat.
  4. Akurasi: Dapat menghasilkan solusi yang lebih akurat daripada metode lainnya. Misalnya, algoritma quadtree menggunakan algoritma ini untuk membangun representasi spasial objek dalam sebuah gambar atau diagram dengan presisi yang tinggi.
Baca juga :   Apa Itu Algoritma LIGHTGBM? Cara Kerja dan Contoh Penerapan

Kekurangan

  1. Overhead: Membutuhkan banyak pemanggilan fungsi rekursif, yang dapat menghasilkan overhead yang signifikan dan memakan waktu eksekusi yang lebih lama.
  2. Penggunaan Memori: Dalam beberapa kasus, algoritma ini memerlukan alokasi memori yang besar, terutama jika sub-masalah berukuran besar. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja sistem dan membatasi skala masalah yang dapat dipecahkan.
  3. Kesulitan Pemrograman: Implementasi algoritma ini dapat sulit diprogram jika konsepnya tidak dipahami dengan baik. Hal ini dapat mempersulit proses pengembangan dan pengujian program.
  4. Kesulitan Analisis: Analisis kinerja algoritma ini dapat lebih sulit dibandingkan dengan metode lainnya karena melibatkan banyak pemanggilan rekursif dan pembagian masalah menjadi sub-masalah yang lebih kecil. Hal ini dapat menyulitkan proses optimasi dan peningkatan kinerja.

Dalam keseluruhan, algoritma ini memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan dalam memilih metode pemecahan masalah yang paling tepat untuk diterapkan.

Judul Skripsi Algoritma Divide and Conquer

Berikut ini beberapa judul skripsi yang menggunakan algoritma ini, antaranya.

  1. Analisis Kompleksitas Algoritma Divide and Conquer pada Implementasi Algoritma QuickSort pada Data Berukuran Besar
  2. Penerapan Algoritma Divide and Conquer pada Permasalahan Knapsack Problem
  3. Implementasi Algoritma Divide and Conquer pada Penyelesaian TSP (Travelling Salesman Problem)
  4. Perbandingan Kinerja Algoritma Merge Sort dan Quick Sort dengan Pendekatan Divide and Conquer pada Data Berukuran Besar
  5. Penerapan Algoritma Divide and Conquer pada Permasalahan Maximum Subarray Problem

Kesimpulan

Algoritma Divide and Conquer adalah suatu teknik dalam pemrograman komputer yang digunakan untuk memecahkan suatu masalah besar menjadi beberapa submasalah yang lebih kecil, yang kemudian dipecahkan secara terpisah dan digabungkan kembali untuk menghasilkan solusi akhir untuk masalah besar.

Teknik ini sering digunakan untuk menyelesaikan masalah yang sulit atau kompleks yang sulit diselesaikan dengan metode langsung. Meskipun teknik ini memiliki keuntungan seperti dapat digunakan untuk memecahkan masalah secara paralel dan memiliki kompleksitas waktu yang relatif cepat, teknik ini juga memiliki kekurangan seperti memerlukan alokasi memori yang besar dan waktu dan biaya komputasi yang besar.

Baca juga :   Predictive Maintenance: Pengertian, Jenis dan Manfaatnya

Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel belajar Kecerdasan Buatan dan jika ada ide topik yang mau kami bahas silahkan komen di bawah ya..