Cara Setting Mikrotik untuk Blokir Iklan Efektif

Cara Setting Mikrotik untuk Blokir Iklan

Iklan di internet sebenarnya bukan hal yang salah. Banyak website bertahan hidup dari sana. Tapi dalam konteks jaringan lokal seperti lab kampus, kantor, atau kos mahasiswa IT, iklan sering kali jadi gangguan serius. Selain memperlambat loading halaman, beberapa iklan juga membawa tracker, script berat, bahkan potensi malvertising. Kalau satu perangkat saja mungkin tidak terasa. Tapi bayangkan 50–100 device dalam satu jaringan mengakses konten dengan puluhan request iklan di setiap halaman. Bandwidth bisa terkuras tanpa disadari.

Di sinilah pendekatan blokir iklan di level router menjadi menarik. Alih-alih menginstal adblock di setiap browser atau perangkat, kamu cukup melakukan filtering di Mikrotik. Semua device yang terhubung ke jaringan otomatis ikut terfilter. Lebih rapi, lebih terpusat, dan jauh lebih efisien untuk manajemen jaringan. Artikel ini akan membahas cara setting Mikrotik untuk blokir iklan secara efektif, lengkap dengan metode DNS dan firewall yang relevan untuk kebutuhan jaringan kampus atau lab IT.

Mengapa Blokir Iklan Menggunakan Mikrotik?

Blokir iklan di sisi klien memang mudah. Tinggal install extension browser, selesai. Tapi bagaimana dengan smart TV, smartphone, IoT device, atau komputer lab yang tidak bisa dipasangi extension? Di sinilah Mikrotik punya keunggulan. Filtering dilakukan di level gateway, artinya semua trafik keluar-masuk bisa dikontrol dari satu titik.

Ada beberapa alasan kenapa pendekatan ini lebih efektif:

  • Filtering terpusat
    Tidak perlu konfigurasi ulang di setiap device. Semua perangkat yang menggunakan DNS dari Mikrotik otomatis terfilter.
  • Efisiensi bandwidth
    Request ke domain iklan bisa dihentikan sebelum konten dimuat. Ini mengurangi beban trafik terutama di jaringan dengan bandwidth terbatas.
  • Manajemen lebih mudah
    Admin cukup mengelola satu router, bukan puluhan endpoint.

Secara teknis, sebagian besar iklan modern dimuat dari domain terpisah. Jika domain tersebut diblokir di level DNS atau firewall, maka browser tidak bisa melakukan resolve IP, sehingga iklan gagal tampil. Ini pendekatan sederhana tapi sangat efektif.

Bagi mahasiswa jaringan atau praktisi lab kampus, metode ini juga bisa menjadi studi kasus menarik tentang bagaimana DNS resolution dan firewall bekerja dalam arsitektur jaringan nyata.

Metode Blokir Iklan di Mikrotik

Ada beberapa metode yang bisa digunakan untuk blokir iklan di Mikrotik. Masing-masing punya kelebihan dan tingkat kompleksitas berbeda.

1. Menggunakan DNS Static (Adlist Manual)

Metode ini paling ringan dan stabil. Prinsipnya sederhana yaitu domain iklan diarahkan ke IP lokal (misalnya 0.0.0.0 atau 127.0.0.1) sehingga gagal resolve. Cocok untuk jaringan kecil hingga menengah.

2. Menggunakan Firewall Layer 7

Layer 7 memungkinkan filtering berdasarkan pola konten. Namun metode ini lebih berat karena router harus menganalisis payload paket. Untuk RouterOS dengan resource kecil, metode ini kurang direkomendasikan.

3. Menggunakan DNS over HTTPS (DoH)

RouterOS versi terbaru mendukung DoH. Kamu bisa mengarahkan DNS ke provider yang sudah memiliki filtering iklan, seperti AdGuard DNS. Ini praktis dan minim konfigurasi.

4. Integrasi dengan Pi-hole atau AdGuard

Jika ingin solusi lebih advanced, Mikrotik bisa dijadikan gateway sementara filtering dilakukan oleh server Pi-hole di jaringan lokal. Ini cocok untuk lab atau riset jaringan.

Dalam praktiknya, metode DNS Static dan DoH adalah yang paling efisien untuk kebanyakan kebutuhan jaringan kampus.

Persiapan Sebelum Konfigurasi

Sebelum mulai setting, ada beberapa hal penting yang perlu dipastikan agar konfigurasi berjalan lancar.

Pertama, pastikan RouterOS yang digunakan sudah versi stabil terbaru. Beberapa fitur seperti DoH hanya tersedia di RouterOS v6.47+ atau v7. Kamu bisa cek versi dengan perintah:

/system resource print

Kedua, lakukan backup konfigurasi sebelum melakukan perubahan besar. Ini penting untuk menghindari downtime jika terjadi kesalahan konfigurasi.

/system backup save name=backup-sebelum-adblock

Ketiga, pastikan kamu memiliki akses penuh ke router melalui Winbox, WebFig, atau Terminal SSH. Untuk konfigurasi yang lebih fleksibel dan cepat, penggunaan Terminal sangat direkomendasikan.

Terakhir, pastikan semua client menggunakan DNS dari Mikrotik. Jika client menggunakan DNS publik langsung (misalnya 8.8.8.8), maka filtering di router tidak akan efektif. Kamu bisa memaksa redirect DNS dengan NAT rule jika diperlukan.

Dengan persiapan yang benar, proses konfigurasi akan jauh lebih aman dan terkontrol.

Cara Setting Mikrotik untuk Blokir Iklan Menggunakan DNS Static

Ini adalah metode yang paling umum digunakan karena ringan dan stabil.

1. Aktifkan DNS di Mikrotik

/ip dns set allow-remote-requests=yes servers=8.8.8.8,1.1.1.1

Perintah ini mengaktifkan DNS resolver di Mikrotik dan menentukan upstream DNS.

2. Tambahkan Entri DNS Static untuk Domain Iklan

Contoh blokir domain iklan umum:

/ip dns static
add name=doubleclick.net address=0.0.0.0
add name=googlesyndication.com address=0.0.0.0
add name=ads.facebook.com address=0.0.0.0

Dengan konfigurasi ini, setiap request ke domain tersebut akan diarahkan ke IP kosong sehingga gagal dimuat.

3. Menggunakan Script Import Adlist Otomatis

Untuk jaringan besar, menambahkan satu per satu jelas tidak efisien. Kamu bisa menggunakan script untuk import daftar domain dari file eksternal.

Contoh sederhana:

/tool fetch url="https://example.com/adlist.txt" dst-path=adlist.txt

Lalu parsing file tersebut menggunakan script RouterOS (perlu disesuaikan formatnya).

4. Testing Konfigurasi

Gunakan perintah berikut untuk menguji resolve:

/tool dns-update name=doubleclick.net

Atau cek dari client dengan nslookup.

Jika domain mengarah ke 0.0.0.0, berarti konfigurasi berhasil.

Metode ini sangat efisien untuk blokir ribuan domain tanpa membebani CPU router secara signifikan.

Cara Blokir Iklan Menggunakan Firewall Filter Rule

Metode kedua menggunakan firewall. Pendekatan ini lebih fleksibel tetapi membutuhkan resource lebih besar.

1. Membuat Address List

/ip firewall address-list
add list=adlist address=doubleclick.net

2. Membuat Rule Drop

/ip firewall filter
add chain=forward dst-address-list=adlist action=drop

Rule ini akan memblokir trafik ke domain yang ada di address list.

3. Penjelasan Chain dan Action

  • chain=forward : Mengontrol trafik yang melewati router.
  • action=drop : Paket langsung dibuang tanpa respon.

4. Monitoring Log

Kamu bisa tambahkan log=yes untuk melihat trafik yang diblokir:

add chain=forward dst-address-list=adlist action=drop log=yes

Namun hati-hati, logging berlebihan bisa membebani storage dan CPU.

Metode firewall cocok jika kamu ingin kontrol granular, misalnya hanya memblokir iklan untuk VLAN tertentu.

Perbandingan Metode DNS vs Firewall

AspekDNS StaticFirewall Filter
Beban CPURendahSedang – Tinggi
KompleksitasMudahLebih kompleks
SkalabilitasTinggiTerbatas resource router
MaintenanceMudah dengan scriptLebih manual
Efektivitas HTTPSCukup efektifTergantung konfigurasi

Secara umum, DNS Static lebih direkomendasikan untuk kebanyakan skenario jaringan kampus dan lab.

Kesimpulan

Pada pembahasan kita di atas dapat kita simpulkan bahwa Blokir iklan di level Mikrotik adalah solusi efektif untuk meningkatkan performa jaringan sekaligus memberikan kontrol terpusat. Dibandingkan pendekatan per-device, metode ini jauh lebih efisien dan praktis untuk skala lab, kampus, maupun kantor kecil.

Metode DNS Static menjadi pilihan paling stabil dan ringan, terutama untuk RouterOS dengan spesifikasi hardware terbatas. Sementara firewall filter memberikan fleksibilitas tambahan, tetapi perlu dipertimbangkan beban CPU dan kompleksitasnya.

Jika tujuan utamanya adalah efisiensi bandwidth dan manajemen terpusat, maka konfigurasi DNS Static dengan update adlist berkala adalah pendekatan yang paling direkomendasikan. Dengan setup yang tepat, kamu bisa menciptakan jaringan yang lebih bersih, cepat, dan minim distraksi iklan tanpa perlu menyentuh satu per satu perangkat client.

Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel belajar Jaringan dan jika ada ide topik yang mau kami bahas silahkan komen di bawah ya..

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨