Adware

Adware Adalah: Pengertian, Cara Kerja, Jenis dan Cara Mengatasi

Adware, singkatan dari “advertising software,” merupakan jenis perangkat lunak yang seringkali menjadi masalah bagi pengguna komputer. Perangkat lunak ini dapat ditemukan di berbagai platform, termasuk komputer dan perangkat seluler.

Dalam artikel ini, Kita akan membahas secara detail apa itu adware, cara kerja, jenis hingga cara pencegahannya. Yuk simak!

Apa itu Adware?

adware adalah

Adware adalah program yang dirancang untuk menampilkan iklan pada perangkat pengguna. Meskipun iklan pada umumnya dianggap sebagai bagian normal dari pengalaman internet, adware menjadi masalah ketika iklan tersebut muncul secara invasif, mengganggu pengguna dan bahkan mengumpulkan data tanpa izin.

Cara Adware Bekerja

Adware umumnya disematkan dalam perangkat lunak atau aplikasi yang diunduh oleh pengguna. Setelah diinstal, adware akan mulai menampilkan iklan dalam berbagai bentuk, seperti pop-up, banner atau iklan berbasis teks. Ini dapat mengganggu pengalaman pengguna dan menyebabkan ketidaknyamanan.

Berikut adalah penjelasan rinci tentang cara adware bekerja:

  1. Infiltrasi dan Instalasi: Seringkali masuk ke perangkat melalui paket instalasi bersama dengan perangkat lunak lain yang diunduh dari internet. Pengguna yang mengunduh aplikasi atau program tertentu mungkin tidak menyadari bahwa adware ikut terinstal.
  2. Integrasi dengan Browser: Setelah terinstal, biasanya mengintegrasikan dirinya dengan browser pengguna. Ini dapat terjadi melalui ekstensi atau add-on yang secara otomatis ditambahkan ke browser tanpa persetujuan pengguna.
  3. Pemantauan Aktivitas Pengguna: Memantau aktivitas online pengguna. Ini mencakup jejak pencarian, situs web yang dikunjungi dan bahkan mungkin detail pribadi. Informasi ini digunakan untuk membuat profil pengguna yang lebih rinci.
  4. Penyajian Iklan yang Ditargetkan: Ini dapat muncul dalam bentuk pop-up, banner, atau iklan lainnya, seringkali pada saat yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu.
  5. Pengalihan Browser: Menyebabkan pengalihan browser tanpa izin pengguna. Ketika pengguna mencoba mengakses situs web tertentu, mereka dapat diarahkan ke situs lain yang mungkin berisi lebih banyak iklan atau tautan yang merugikan.
  6. Mengumpulkan Pendapatan: Memperoleh pendapatan melalui model periklanan. Mereka biasanya mendapatkan bayaran berdasarkan tampilan iklan, klik, atau tindakan pengguna lainnya yang mungkin diarahkan oleh adware.
  7. Memanfaatkan Cookie dan Pelacakan: Menggunakan teknologi cookie untuk melacak aktivitas pengguna. Cookie ini membantu adware menyimpan informasi yang digunakan untuk menyajikan iklan yang lebih sesuai dengan minat pengguna.
  8. Menjaga Persistensi: Dirancang untuk tetap persisten di perangkat. Ini berarti meskipun pengguna mencoba menghapusnya, adware dapat secara otomatis menginstal dirinya kembali atau memulihkan setelan defaultnya.
  9. Kemungkinan Menyertakan Aplikasi Tambahan: Seringkali menyertakan instalasi aplikasi tambahan tanpa persetujuan pengguna. Ini dapat membuat pengguna menemukan aplikasi yang tidak diinginkan di perangkat mereka.
  10. Mengganggu Kinerja Perangkat: Seiring waktu, dapat mengurangi kinerja perangkat dengan menggunakan sumber daya sistem. Ini dapat mengakibatkan penurunan kecepatan dan responsivitas.
Baca juga :   Phishing Adalah : Jenis, Ciri-Ciri dan Cara Pencegahan

Jenis Adware

jenis-jenis adware

Adware memiliki berbagai jenis dan masing-masing dapat memengaruhi perangkat dan pengalaman pengguna dengan cara yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis yang umumnya ditemui:

  1. Pop-Up Adware:
    • Jenis ini cenderung menampilkan iklan pop-up yang muncul di atas jendela browser atau bahkan di luar area kerja aplikasi. Pop-up seringkali mengganggu dan dapat membuat pengguna kesulitan dalam menavigasi situs web atau aplikasi.
  2. Browser Hijacker:
    • Jenis ini mengubah pengaturan browser pengguna tanpa izin. Browser hijacker dapat mengganti homepage, mesin pencari default atau menambahkan ekstensi tanpa persetujuan, mengarahkan pengguna ke situs web yang tidak diinginkan.
  3. In-Text Adware:
    • Jenis ini menyisipkan iklan dalam bentuk tautan teks ke dalam konten situs web. Tautan ini biasanya muncul di bawah garis kata atau frase tertentu, mengarahkan pengguna ke situs iklan ketika diklik.
  4. Spyware:
    • Meskipun tergolong sebagai spyware, beberapa bentuknya juga dapat dianggap sebagai adware. Spyware ini mengumpulkan informasi pribadi tentang kebiasaan pengguna untuk disampaikan kepada pihak ketiga, biasanya untuk tujuan pemasaran.
  5. Search Adware:
    • Jenis ini menghasilkan hasil pencarian yang dimodifikasi atau memasukkan iklan di antara hasil pencarian alami. Ini dapat mengubah pengalaman pengguna saat mencari informasi online.
  6. Shopping Adware:
    • Dikenal juga sebagai “shopper adware,” jenis ini fokus pada menampilkan iklan produk atau penawaran belanja. Iklan ini muncul ketika pengguna mengunjungi situs e-commerce atau melakukan pencarian produk.
  7. Lite Adware:
    • Jenis ini berfokus pada menghasilkan iklan yang memengaruhi kinerja perangkat dan menguras daya baterai. Lite adware dapat membuat perangkat berjalan lebih lambat dan mempersingkat masa pakai baterai.
  8. Bundled Adware:
    • Jenis ini disertakan atau “dibundel” dengan perangkat lunak atau aplikasi lain yang diunduh oleh pengguna. Ini seringkali muncul tanpa sepengetahuan atau persetujuan pengguna saat menginstal program tertentu.
  9. Mobile Adware:
    • Ditargetkan pada perangkat seluler, mobile adware dapat mempengaruhi pengalaman pengguna pada aplikasi dan browser di perangkat mobile. Muncul sebagai iklan pop-up, notifikasi atau bahkan pengalihan ke halaman iklan.
  10. Push Notification Adware:
    • Jenis ini memanfaatkan pemberitahuan push pada perangkat seluler. Mereka dapat menampilkan iklan atau pemberitahuan yang tidak diinginkan, bahkan ketika aplikasi yang terkait tidak aktif.
Baca juga :   Data Breach Adalah: Pengertian, Jenis, Dampak dan Pencegahan

Ciri-ciri Perangkat yang Terinfeksi Adware

Ciri-Ciri Terinfeksi Adware pada Perangkat Komputer

  1. Iklan yang Tiba-tiba Muncul, Perangkat komputer yang terinfeksi akan seringkali mengalami munculnya iklan yang tidak diinginkan, bahkan ketika tidak sedang menjalankan program tertentu.
  2. Perubahan pada Browser, dapat menyebabkan perubahan pada pengaturan browser, seperti halaman beranda yang berubah tanpa persetujuan pengguna.
  3. Pengalihan Browser yang Sering, Jika browser kamu sering dialihkan ke situs-situs yang tidak diinginkan, ini bisa menjadi tanda infeksi.
  4. Toolbar atau Add-On yang Tidak Dikenal, Munculnya toolbar atau add-on yang tidak dikenal di browser kamu tanpa izin adalah indikasi yang mungkin telah infeksi.
  5. Pemutaran Video atau Suara Tanpa Izin, kadang-kadang memicu pemutaran iklan video atau suara tanpa persetujuan pengguna.
  6. Penurunan Kinerja yang Signifikan, dapat mengonsumsi sumber daya sistem, mengakibatkan penurunan kinerja komputer. Ini bisa berupa keterlambatan dalam membuka aplikasi atau bahkan crash sistem.
  7. Instalasi Aplikasi yang Tidak Diinginkan, bisa datang dalam paket dengan aplikasi lain yang diunduh, mengakibatkan instalasi aplikasi yang tidak diinginkan tanpa pengetahuan pengguna.

Ciri-Ciri Terinfeksi Adware pada Smartphone

  1. Iklan yang Mengganggu, sering ditandai dengan munculnya iklan yang mengganggu di aplikasi atau layar utama.
  2. Aplikasi yang Tiba-tiba Terinstal, dapat menyebabkan instalasi otomatis aplikasi tanpa izin, yang mungkin tidak dapat dihapus dengan mudah.
  3. Pengalihan ke Situs Web Tidak Dikenal, sering dialihkan ke situs web yang tidak dikenal atau mencurigakan, ini bisa menjadi tanda adware.
  4. Konsumsi Baterai yang Cepat, konsumsi baterai yang lebih cepat karena berjalan di latar belakang tanpa sepengetahuan pengguna.
  5. Pengaturan Perangkat yang Berubah, Perubahan tak terduga pada pengaturan perangkat, seperti wallpaper atau nada dering, dapat menunjukkan adanya adware.
  6. Pelacakan Lokasi atau Data Pribadi, Beberapa adware mungkin melacak lokasi atau mengakses data pribadi pengguna. Jika kamu melihat aktivitas yang mencurigakan, bisa jadi telah terinfeksi.
Baca juga :   SDLC Adalah: Pengertian, Metode, Tahapan dan Contoh

Cara Mengatasi Ancaman Adware

1. Instal Program Antivirus dan Antimalware

Langkah pertama dalam melindungi perangkat adalah dengan menginstal program antivirus dan antimalware yang dapat mendeteksi serta menghapus adware. Pastikan untuk memperbarui definisi virus secara berkala untuk meningkatkan efektivitasnya.

2. Perbarui Perangkat Lunak dengan Rutin

Selalu perbarui sistem operasi dan semua perangkat lunak yang terpasang pada perangkat kamu. Pembaruan ini seringkali mencakup perbaikan keamanan yang dapat mengatasi kerentanan terhadap adware.

3. Pilih Sumber Aplikasi yang Aman

Hindari mengunduh aplikasi dari sumber yang tidak dikenal atau mencurigakan. Gunakan toko aplikasi resmi atau situs web yang dapat dipercaya untuk menghindari risiko yang terkandung dalam aplikasi tersebut.

4. Baca dengan Teliti Izin Aplikasi

Saat menginstal aplikasi, periksa dengan cermat izin yang diminta oleh program tersebut. Jangan memberikan izin yang tidak diperlukan atau terlihat mencurigakan, karena beberapa dapat meminta izin yang tidak sesuai dengan fungsi utama aplikasi.

5. Gunakan Aplikasi Ad Blocker dengan Bijak

Aplikasi ad blocker dapat membantu mengurangi tampilan iklan di browser kamu. Meskipun dapat membantu melindungi dari iklan invasif, perlu digunakan dengan bijak, karena beberapa situs web mungkin meminta pengguna untuk menonaktifkan ad blocker agar dapat diakses.

6. Hati-hati dengan Email dan Lampiran yang Tidak Dikenal

Sering disebarkan melalui lampiran email atau tautan yang mencurigakan. Hindari membuka email dari pengirim yang tidak dikenal dan jangan mengunduh lampiran atau mengikuti tautan tanpa memastikan keaslian dan keamanannya.

7. Periksa Aktivitas yang Mencurigakan pada Perangkat Kamu

Selalu periksa aktivitas yang mencurigakan pada perangkat kamu. Jika kamu melihat iklan yang tidak biasa atau perubahan yang tidak diinginkan pada browser, segera identifikasi dan tanggapi masalah tersebut.

Adware vs. Malware: Apa Perbedaannya?

Walaupun adware dan malware seringkali dianggap sebagai ancaman yang sama, keduanya memiliki perbedaan signifikan. Adware, seperti yang telah dijelaskan, bertujuan untuk menampilkan iklan, sedangkan malware dirancang untuk merusak, mencuri data, atau mengambil kendali atas perangkat pengguna.

Kesimpulan

Pada pembahasan kita di atas dapat kita simpulkan bahwa Adware dapat menjadi masalah yang mengganggu dan bahkan membahayakan bagi pengguna komputer. Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, seperti menginstal program antivirus, memperbarui perangkat lunak secara berkala, memilih sumber aplikasi yang aman dan membaca izin aplikasi dengan teliti, kita dapat melindungi perangkat kita dari ancaman yang mungkin muncul.

Jaga keamanan perangkat kamu dan tetap waspada. Dengan langkah-langkah yang benar, kita dapat menjelajahi dunia digital dengan aman dan nyaman.

Artikel ini merupakan bagian dari seri artikel belajar Jaringan dan jika ada ide topik yang mau kami bahas silahkan komen di bawah ya..