Best First Search: Pengertian, Cara Kerja dan Penerapan

best first search

Dalam dunia pemrograman, algoritma pencarian adalah salah satu topik yang harus dipahami jika kamu seorang programmer, terutama jika kamu mempelajari struktur data, kecerdasan buatan (AI), atau pemrograman berbasis graf. Salah satu algoritma yang sering muncul dalam materi kuliah dan tugas adalah Best First Search.

Best First Search termasuk keluarga algoritma pencarian informatif (informed search), yaitu algoritma yang tidak hanya mengecek graf, tetapi juga menggunakan informasi tambahan berupa heuristik untuk membantu proses pencarian menjadi lebih cepat dan lebih terarah.

Pada artikel ini kita akan membahas secara mendalam, bertahap, dan sederhana, tanpa membuat kepala pusing dengan istilah teknis yang rumit.

Pengantar Best First Search

Best First Search (BFS) adalah salah satu algoritma pencarian yang sering muncul dalam materi struktur data, kecerdasan buatan, dan pemrograman kompetitif. Banyak pelajar dan mahasiswa sering kesulitan memahami algoritma ini karena konsepnya melibatkan graf, heuristik, hingga konsep prioritas. Padahal, ketika dijelaskan dengan cara yang lebih santai dan runtut, algoritma ini sebenarnya cukup mudah untuk dipahami.

Best First Search bekerja dengan memilih node terbaik berdasarkan nilai heuristik tertentu, sehingga pencarian bisa berlangsung lebih cepat. Algoritma ini menjadi populer karena digunakan dalam berbagai aplikasi nyata, seperti GPS, rekomendasi rute, AI game, hingga machine learning.

Konsep Dasar Best First Search

Agar kamu lebih mudah memahami algoritma ini, mari bahas konsep dasarnya dengan lebih detail.

1. Node dan Graf sebagai Ruang Pencarian

Setiap permasalahan yang melibatkan pencarian bisa direpresentasikan sebagai graf. Node adalah titik atau keadaan tertentu, sedangkan edge adalah hubungan atau langkah antar node. Best First Search bekerja dengan mencari jalur dari node awal menuju node tujuan.

2. Heuristik sebagai Penunjuk Arah

Heuristik adalah nilai perkiraan jarak dari sebuah node ke tujuan. Nilai ini tidak akurat 100%, namun membantu algoritma “menebak” jalur terbaik. Heuristik yang baik akan memudahkan algoritma menemukan solusi lebih cepat.

3. Priority Queue sebagai Mesin Pemilihan Node Terbaik

Best First Search menggunakan struktur data bernama priority queue untuk menentukan node mana yang harus dieksplorasi lebih dulu. Node dengan nilai heuristik terkecil dianggap paling menjanjikan, sehingga diprioritaskan untuk dicek.

4. Pendekatan Greedy

Pendekatan ini membuat algoritma memilih node yang tampak paling dekat dengan tujuan tanpa mempertimbangkan biaya perjalanan sebelumnya. Inilah yang membuat algoritma cepat, namun terkadang tidak akurat.

Cara Kerja Best First Search Secara Umum

Cara kerja Best First Search cukup terstruktur dan bisa dipahami lewat langkah-langkah berikut:

  1. Mulai dari node awal.
  2. Evaluasi semua node tetangga menggunakan heuristik.
  3. Masukkan node yang tersedia ke dalam priority queue.
  4. Pilih node dengan nilai heuristik paling rendah (paling menjanjikan).
  5. Ulangi proses sampai mencapai tujuan.

Misalnya kamu ingin mencari jalan terpendek dalam sebuah peta kota. Best First Search akan mengecek titik-titik di depan berdasarkan jarak perkiraan menuju tujuan. Algoritma ini tidak mau buang waktu mengecek area yang tidak relevan.

Pada praktiknya, algoritma bekerja menggunakan struktur data priority queue. Struktur ini memungkinkan node dengan prioritas tertinggi selalu didahulukan. Sistem ini mirip seperti antrean VIP, yang langsung masuk duluan meskipun datang paling akhir.

Heuristic Function dalam Best First Search

Heuristic function atau fungsi heuristik adalah “otak” dari Best First Search. Tanpa heuristik, algoritma ini hanya akan berjalan seperti pencarian biasa tanpa arah. Heuristik memberikan nilai perkiraan seberapa dekat sebuah node terhadap tujuan. Semakin kecil nilainya, semakin tinggi prioritas node tersebut untuk dieksplorasi lebih dulu.

Ada beberapa heuristik yang umum digunakan dalam graf pencarian ruang atau peta, seperti:

  • Manhattan Distance – cocok untuk pergerakan grid 4 arah.
  • Euclidean Distance – cocok untuk menghitung jarak garis lurus.
  • Chebyshev Distance – dipakai jika pergerakan diagonal diizinkan.

Bayangkan kamu sedang berada di tengah labirin dan ingin keluar secepat mungkin. Kamu tidak tahu jalurnya secara pasti, tapi kamu tahu arah pintunya. Nah, heuristik adalah seperti “insting arah” yang memberi tahu jalur mana yang terlihat paling dekat. Walaupun tidak selalu benar, tapi sangat membantu mempercepat proses dibanding membabi buta.

Perbandingan Best First Search dengan BFS dan DFS

Untuk memahami secara lebih mendalam, penting untuk membandingkannya dengan dua algoritma pencarian fundamental lainnya: Breadth First Search (BFS) dan Depth First Search (DFS). Banyak sering bingung kapan harus menggunakan algoritma yang mana, karena ketiganya sama-sama menjelajahi graf, namun memiliki cara kerja yang sangat berbeda.

  • Breadth First Search (BFS)
    BFS menjelajahi graf berdasarkan tingkat kedalaman. Semua node pada level yang sama akan dikunjungi terlebih dahulu sebelum bergerak lebih dalam. BFS ideal untuk mencari jarak terpendek di graf yang tidak memiliki bobot. Namun BFS tidak memiliki “insting arah”, sehingga bisa mengecek banyak node yang tidak relevan.
  • Depth First Search (DFS)
    DFS bergerak ke dalam satu jalur sedalam mungkin sebelum kembali ke titik sebelumnya. DFS cepat dalam menemukan solusi jika jalur yang benar berada di jalur pertama yang dieksplorasi, tetapi bisa sangat lambat jika jalurnya salah. DFS tidak cocok untuk pencarian jalur terpendek.
  • Best First Search
    Best First Search menggunakan heuristik untuk menentukan jalur mana yang tampak paling menjanjikan. Ini membuatnya lebih efisien daripada BFS atau DFS dalam banyak kasus, terutama pada graf besar yang memiliki banyak percabangan. Namun akurasinya bergantung pada heuristik.

Kelebihan Best First Search

  1. Lebih cepat dibanding pencarian brute force
    Karena memilih node yang terlihat paling menjanjikan, algoritma ini tidak membuang waktu mengecek bagian graf yang tidak relevan.
  2. Efisien dalam graf besar
    Pencarian bisa berlangsung lebih efisien dibanding BFS atau DFS jika heuristik yang digunakan tepat.
  3. Fleksibel
    Bisa digunakan dengan banyak jenis heuristik sesuai kebutuhan, seperti Manhattan, Euclidean, dan Chebyshev.
  4. Sederhana dan intuitif
    Cara kerjanya menyerupai cara manusia memperkirakan arah terbaik menuju tujuan, sehingga mudah dipahami pelajar dan mahasiswa.
  5. Penggunaan memori relatif kecil
    Tidak perlu menyimpan nilai biaya (g(n)) seperti A*, sehingga lebih ringan untuk sistem dengan memori terbatas.
  6. Cocok untuk aplikasi real-time
    Dipakai dalam navigasi GPS, AI game, hingga robotika karena kecepatan pengambilan keputusannya.

Kekurangan Best First Search

  1. Sangat bergantung pada heuristik
    Jika nilai heuristik tidak akurat, algoritma bisa salah arah dan memberikan hasil buruk.
  2. Tidak menjamin hasil optimal
    Berbeda dengan A*, Best First Search tidak selalu menemukan jalur terpendek atau solusi terbaik.
  3. Berisiko terjebak pada local minima
    Karena hanya fokus pada nilai heuristik terkecil, algoritma bisa terjebak pada jalur yang tampak bagus padahal buntu.
  4. Tidak cocok untuk graf yang kompleks
    Pada graf yang memiliki banyak percabangan dan hambatan, algoritma ini bisa bekerja kurang efektif.
  5. Sulit digunakan jika tidak ada heuristik yang sesuai
    Dalam beberapa kasus, sulit menentukan heuristik yang benar-benar mencerminkan jarak atau nilai terbaik.

Kesimpulan

Pada pembahasan kita di atas dapat kita simpulkan bahwa Best First Search adalah algoritma pencarian berbasis heuristik yang sangat berguna dalam dunia graf, kecerdasan buatan, dan pemrograman modern.

Dengan memilih node berdasarkan nilai heuristik paling menjanjikan, algoritma ini mampu mempercepat pencarian dan menghemat waktu. Meskipun memiliki kekurangan seperti ketergantungan pada heuristik yang akurat, Best First Search tetap menjadi salah satu algoritma yang paling banyak dipelajari karena sifatnya yang intuitif dan fleksibel.

Untuk pelajar dan mahasiswa, memahami Best First Search bukan hanya penting untuk tugas kuliah, tetapi juga sangat bermanfaat untuk memahami algoritma lanjutan seperti A*. Jika kamu mempelajarinya dengan cara yang bertahap, visual, dan penuh latihan, algoritma ini akan terasa sangat mudah dan bahkan menyenangkan.

Artikel ini merupakan bagian seri artikel Programming dari KantinIT.com dan jika ada ide topik yang mau kami bahas silahkan komen di bawah ya..

Write a Comment

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Subscribe to our Newsletter

Subscribe to our email newsletter to get the latest posts delivered right to your email.
Pure inspiration, zero spam ✨